Logo Bloomberg Technoz

Beijing ingin memiliki pengaruh yang lebih besar dalam pembentukan harga, dan langkah ini juga sejalan dengan tujuannya untuk meningkatkan daya tarik yuan sebagai mata uang global.

Kontrak berjangka nikel diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (SHFE), sementara litium karbonat diperdagangkan di Guangzhou Futures Exchange.

Keduanya termasuk kontrak komoditas domestik yang paling aktif diperdagangkan dan memiliki kepentingan global yang besar, mengingat perannya yang krusial bagi baterai dan transisi energi.

“Ini merupakan langkah yang signifikan,” kata Tiger Shi, managing partner di perusahaan pialang BANDS Financial Ltd.

Menurutnya, logam lain seperti tembaga, aluminium, dan seng kemungkinan juga akan dibuka bagi investor asing seiring dorongan globalisasi SHFE.

Bursa Shanghai mengumumkan rencana internasionalisasi pada Mei tahun lalu, yang mencakup proposal untuk mengizinkan investor luar negeri menggunakan valuta asing sebagai jaminan (collateral) dalam transaksi berdenominasi yuan.

Pembatasan terhadap arus modal asing kerap disebut sebagai alasan utama mengapa China belum berperan lebih besar di pasar global.

Mengizinkan investor asing berpartisipasi dalam kontrak berjangka akan membantu meningkatkan daya tawar China dalam penentuan harga komoditas, memperbaiki manajemen risiko logam non-ferrous, serta mendorong pembentukan harga nikel yang lebih baik, kata SHFE dalam pernyataannya pada hari Jumat.

Upaya China sebelumnya untuk membuka pasar kontrak berjangka komoditas hanya memberikan hasil yang terbatas.

Shanghai International Energy Exchange, unit dari SHFE, telah menawarkan kontrak tembaga berdenominasi yuan kepada investor asing sejak 2020, serta kontrak minyak mentah sejak 2018, namun keduanya belum mampu menggeser dominasi bursa internasional.

Bursa Komoditas Dalian (Dalian Commodity Exchange) mengizinkan investor asing berinvestasi pada kontrak berjangka bijih besi sejak 2018, sebuah langkah yang dinilai sedikit lebih berhasil.

(bbn)

No more pages