Logo Bloomberg Technoz

Edwil menjelaskan pemilihan PGEO sebagai calon pelaksana PSPE blok panas bumi Cubadak Panti mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penugasan Survei Pendahuluan dan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi, serta dokumen pemilihan PSPE Panas Bumi.

Dia menyatakan PGEO mengungguli perusahaan lainnya dengan menempati peringkat pertama dengan nilai 87,01. Dengan begitu, PGEO bakal melaksanakan ketentuan administratif sebagaimana diatur pemerintah.

PGEO saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi.

PGEO juga tengah mengembangkan sejumlah proyek, antara lain;  Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hululais Unit 1 & 2 (110 MW) serta proyek co-generation dengan total kapasitas mencapai 230 MW.

Selain itu, PGE turut mempersiapkan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) pada 2030.

Belakangan, PGEO tengah berkongsi dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk menggarap proyek panas bumi 530 MW.

Kapasitas setrum panas bumi yang bakal digarap usaha patungan PGEO dan PLN IP itu berasal dari 19 proyek eksplorasi dan pengembangan PGEO.

Adapun, investasi indikatif untuk kapasitas 530 MW itu mencapai US$2,7 miliar atau sekitar Rp44,86 triliun (asumsi kurs Rp16.615 per dolar AS).

“Investasi indikatif untuk 530 megawatt sebesar US$2,7 miliar,” kata Direktur Keuangan PGEO Yurizki Rio saat dikonfirmasi, akhir tahun lalu.

Rencana investasi bersama itu bakal menyasar pada tujuh proyek brownfield, delapan proyek yellowfield dan empat proyek greenfield di wilayah kerja panas bumi (WKP) Hululais, Ulubelu, Lumut Balai, Lahendong, Kamojang, Sungai Penuh dan Kotamobagu.

Inisiasi kerja sama itu bakal bergerak ke level 1.130 MW pada tahap lanjut, dengan estimasi investasi hingga US$5,4 miliar atau sekitar Rp89,72 triliun.

Adapun, PGEO bakal memegang saham mayoritas pada proyek patungan bersama dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP). PGEO mengamankan bagian saham 51%, sisanya dipegang PLN IP.

(azr/naw)

No more pages