Logo Bloomberg Technoz

Kilang Pertamina Perkuat ESG sebagai Fondasi Bisnis Berkelanjutan


dok. PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI)
dok. PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kilang Pertamina Internasional KPI menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Environmental Social and Governance sebagai fondasi utama keberlanjutan proses bisnis perusahaan. Penerapan ESG dinilai menjadi kebutuhan strategis dalam menjaga ketahanan bisnis sekaligus menjawab tantangan industri energi yang semakin kompleks.

Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani menyampaikan bahwa ESG bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan telah terintegrasi dalam strategi bisnis dan investasi perusahaan. Sebagai bagian dari rantai ketahanan energi nasional, KPI memiliki peran penting dalam memastikan operasional kilang berjalan secara berkelanjutan.

"Prinsip-prinsip ESG menjadi salah satu fondasi perusahaan. Keberadaan kilang sebagai salah satu mata rantai ketahanan energi tidak hanya memastikan kilang menghasilkan produk BBM, tapi juga menjalankan bisnis dan investasi secara berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial tetapi juga tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan," kata Milla.

Menurut Milla, penerapan ESG yang konsisten menjadi kunci bagi perusahaan energi untuk menciptakan nilai jangka panjang. Hal ini mencakup pengelolaan dampak lingkungan, tanggung jawab sosial, serta penerapan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.

Sebagai bentuk evaluasi atas implementasi ESG, KPI secara rutin melakukan pengukuran ESG Rating setiap tahun. Penilaian tersebut dilakukan oleh lembaga independen guna memastikan objektivitas dan kredibilitas hasil pengukuran.

Pada tahun 2025, KPI menjalani pengukuran ESG yang dilakukan oleh MSCI, salah satu lembaga pemeringkat ESG internasional yang diakui secara global. Hasil penilaian tersebut menjadi indikator penting bagi perusahaan dalam menilai konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan.

“Pengakuan dari lembaga ESG internasional menunjukkan bahwa komitmen KPI dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan terus mendapatkan kepercayaan dunia,” ujar Milla.

Selain sebagai bentuk pengakuan eksternal, pengukuran ESG tahunan juga berfungsi sebagai alat evaluasi internal. Melalui hasil penilaian tersebut, KPI dapat mengidentifikasi area yang perlu diperkuat serta memastikan penerapan ESG berjalan sejalan dengan standar global.

Penilaian MSCI Tegaskan Kinerja ESG KPI

Milla menjelaskan bahwa pengukuran ESG dilakukan secara konsisten setiap tahun untuk memantau sejauh mana prinsip ESG diterapkan dalam operasional perusahaan. Pada penilaian tahun 2025, KPI berhasil meraih peringkat BB dari MSCI.

“Pengukuran dilakukan setiap tahun untuk memastikan seberapa konsisten KPI menerapkan aspek ESG dalam operasionalnya. Tahun 2025, KPI mendapatkan peringkat BB. KPI juga mendapatkan predikat Best in Class untuk 3 aspek krusial yaitu akuntansi, transparansi pajak dan remunerasi," jelas Milla.

Peringkat tersebut mencerminkan keberhasilan KPI dalam mengelola risiko keberlanjutan secara menyeluruh. Aspek akuntansi, transparansi pajak, dan remunerasi dinilai sebagai elemen penting dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik.

Menurut Milla, capaian ini juga menegaskan komitmen KPI dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke seluruh lini bisnis, mulai dari operasional kilang hingga pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Penilaian MSCI dilakukan menggunakan pendekatan industry adjusted ESG risk assessment. Dalam metode ini, kinerja ESG perusahaan dibandingkan dengan perusahaan sejenis dalam industri yang sama untuk memberikan gambaran yang lebih relevan dan akurat.

Untuk mendukung penilaian tersebut, MSCI menggunakan Global Industry Classification Standard atau GICS sebagai dasar klasifikasi industri. Sistem ini dikembangkan oleh MSCI dan S&P Global untuk menentukan isu ESG utama, bobot penilaian, serta tolok ukur pembanding antar perusahaan.

Berdasarkan klasifikasi GICS, KPI termasuk dalam sektor Oil and Gas Refining Marketing Transportation and Storage. Sektor ini memiliki eksposur signifikan terhadap risiko dan peluang ESG, terutama terkait isu lingkungan, keselamatan kerja, tata kelola, dan hubungan dengan masyarakat.

Dengan karakteristik sektor yang memiliki dampak lingkungan besar, penerapan ESG menjadi sangat krusial bagi KPI. Pengelolaan emisi, keselamatan operasional, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

KPI menilai bahwa penguatan ESG juga berperan penting dalam mendukung transisi energi berkelanjutan. Melalui praktik bisnis yang bertanggung jawab, perusahaan dapat berkontribusi dalam upaya menekan dampak lingkungan sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, KPI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan penerapan ESG di seluruh aspek operasional. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat.

“Bagi KPI, ESG bukan sekadar kepatuhan, tetapi menjadi strategi inti perusahaan dalam memastikan keberlanjutan bisnis dan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan di masa depan,” tutup Milla.

Sebagai anak perusahaan Pertamina, KPI menjalankan bisnis pengolahan minyak dan petrokimia dengan mengedepankan prinsip ESG. Komitmen ini juga tercermin dari keikutsertaan KPI dalam United Nations Global Compact.

KPI telah terdaftar sebagai anggota UNGC dan berkomitmen menjalankan Sepuluh Prinsip Universal dalam strategi operasional perusahaan. Prinsip tersebut mencakup hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi.

Ke depan, KPI akan terus menjalankan bisnis secara profesional untuk mewujudkan visinya menjadi perusahaan kilang minyak dan petrokimia berkelas dunia. Dengan mengedepankan wawasan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik, KPI optimistis dapat berkontribusi nyata bagi keberlanjutan energi dan pembangunan nasional.