Dunia Berebut BBM, Apa Kabar Wacana Cadangan Penyangga Energi RI?
Azura Yumna Ramadani Purnama
10 March 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Meroketnya harga minyak dunia hingga menembus di atas US$100/barel pada awal pekan ini, serta ketatnya persaingan pencarian pasokan minyak dan gas dunia (migas) dan bahan bakar minyak (BBM), terus terjadi gegara penutupan jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz.
Ekonom memandang kondisi tersebut sejatinya dapat diredam oleh Indonesia jika mandat pencadangan komoditas energi dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 96/2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE) diimplementasikan dengan baik.
Di tengah terjadinya kondisi tersebut, Indonesia hanya memiliki stok operasional BBM dan minyak mentah. Kini, stok operasional BBM RI diklaim mencapai 21—23 hari, jauh lebih rendah dibandingkan standar internasional yang ditetapkan serentang 90 hari.
Ekonom energi Center Of Reform On Economics (Core) Ishak Razak berpendapat penambahan cadangan penyangga yang dimandatkan melalui Perpres No. 96/2024 hanya menjadi isu panas belaka ketika terdapat isu genting di level global yang berpotensi mengancam pasokan minyak Indonesia.
Dia memandang hingga saat ini belum terdapat laporan yang jelas mengenai penyimpanan atau storage yang telah dibangun atau bahkan jumlah komoditas energi yang sudah terkumpul untuk dicadangkan Indonesia.




























