“Swasta kan semua 30.000 ton kuota itu ya alokasinya. Ada beberapa yang ajuin yang sudah lengkap ya sudah keluar,” ujarnya.
Sementara itu, penerbitan izin impor sapi bakalan juga disebut hampir rampung. Dari total alokasi 700.000 ekor, izin impor telah diterbitkan mendekati jumlah tersebut.
“Sapi bakalan, pemegang PI [Persetujuan Impor] ada banyak ya. Dan sudah keluar semua hampir. Kan alokasinya 700.000 ekor sekarang sudah penerbitan izinnya sudah hampir ke angka 700.000 ekor untuk bakalan,” kata Tommy.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, stok daging nasional saat ini cukup kuat, ditopang oleh produksi dalam negeri, stok awal tahun, serta pengaturan impor yang telah ditetapkan pemerintah.
Sejalan dengan pernyataannya tersebut, pemerintah telah menetapkan kuota impor daging ruminansia untuk tahun 2026 guna memenuhi kebutuhan konsumsi nasional yang mencapai 794,3 ribu ton per tahun.
Dalam kebijakan tersebut, impor sapi dan kerbau bakalan sepenuhnya dialokasikan kepada pelaku usaha swasta sebanyak 700 ribu ekor, yang setara dengan sekitar 189,7 ribu ton daging. Selain itu, swasta juga mendapat alokasi impor daging lembu sebesar 30 ribu ton.
"Ini dilakukan untuk rakyat Indonesia. Dengan begini, kami bisa intervensi. Negara harus hadir, termasuk daging, itu untuk intervensi pasar. Itu tujuannya," kata Amran mengutip dari keterangan resminya
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi dan Kerbau per 6 Januari 2026, Bapanas mencatat stok awal tahun masih mencapai 41,7 ribu ton sebagai carry over dari 2025. Dengan tambahan produksi dalam negeri sekitar 421,2 ribu ton per tahun, pasokan dari pemotongan sapi bakalan sebesar 189,7 ribu ton, serta tambahan impor, total ketersediaan daging nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 949,7 ribu ton.
Selain itu, Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam bentuk daging sapi dan kerbau juga dinilai masih memadai. Hingga 22 Januari 2026, stok CPP tercatat masing-masing sekitar 8 ribu ton untuk daging sapi dan 3 ribu ton untuk daging kerbau. Stok tersebut dikelola oleh BUMN pangan, dengan ID FOOD memiliki total 11 ribu ton daging sapi dan kerbau, serta Perum Bulog sebanyak 18 ton.
(ell)
































