Kepala Negara mengungkapkan bahwa pada awal pemerintahannya, Kabinet Merah Putih juga menemukan penyalahgunaan besar dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah. Selain itu, praktik ilegal ditemukan di hampir seluruh sektor ekonomi. Hal ini tercermin melalui upaya pemerintah melakukan penyitaan terhadap 4 juta hektare perkebunan dan tambang ilegal. Dia menggambarkan fenomena itu sebagai kegiatan ekonomi yang dipenuhi oleh keserakahan dan ketamakan karena praktik lancung.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melaporkan realisasi nilai investasi langsung sepanjang 2025 tercatat Rp1.931,2 triliun atau meningkat 12,7% secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Angka ini tercatat 101,3% dari target yang dipatok Rp1.905,6 triliun. Tak hanya itu, realisasinya meningkat 12,7% dibanding total nilai investasi tahun sebelumnya.
(dov/frg)






























