Logo Bloomberg Technoz

Pernyataan Koo ini merupakan respons terhadap laporan Bloomberg awal pekan ini yang menyebut bahwa Korsel akan menahan janji investasi tahunan sebesar US$20 miliar tersebut tahun ini. Laporan itu mengeklaim penundaan dilakukan demi menunggu stabilnya situasi nilai tukar mata uang asing.

Pihak kementerian sebelumnya juga sempat mengisyaratkan bahwa kecil kemungkinan investasi jumbo senilai US$350 miliar tersebut akan dimulai pada semester pertama 2026.

Sejak awal paruh kedua 2025, Won telah merosot lebih dari 8% terhadap dolar AS. Berbagai langkah kebijakan dan intervensi pasar sejauh ini gagal membendung penurunan Won menuju level terlemahnya sejak krisis keuangan global.

Koo menegaskan pada Kamis bahwa dana yang dijanjikan tidak akan dibelanjakan sekaligus, mengingat prosedur umum dalam pemilihan dan pelaksanaan proyek.

“Jumlahnya sekitar 28 hingga 30 triliun won, dan bahkan untuk proyek domestik pun sulit membelanjakan sebesar itu sekaligus,” ujar sang menteri. “Agar sebuah proyek bisa berjalan, kami harus memilih lokasi, menyelesaikan desain, dan melalui sejumlah tahapan yang diwajibkan.”

Perekonomian Korsel menyusut pada kuartal terakhir 2025 akibat penurunan permintaan yang meluas, menegaskan tantangan yang dihadapi otoritas ketika ruang kebijakan untuk mendorong pertumbuhan terbatas oleh pelemahan won dan meningkatnya risiko keuangan.

Presiden Lee Jae Myung pada Rabu mengatakan mata uang won yang tertekan berpotensi menguat dan stabil di kisaran 1.400 per dolar AS dalam dua bulan ke depan, seraya menambahkan bahwa pelemahan tersebut bukan fenomena yang hanya dialami Korea Selatan. Pasar saham negara itu menjadi yang berkinerja terbaik di dunia dalam 12 bulan terakhir, naik hingga 2,2% pada Kamis dan melampaui target Lee di level 5.000.

(bbn)

No more pages