Logo Bloomberg Technoz

DPR Soroti Dampak Ekonomi dari Pariwisata yang Belum Optimal 2025

Dinda Decembria
22 January 2026 15:00

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat sambutan memperkenalkan dan meluncurkan kecerdasan buatan MaiA. (Dok. Kemenpar RI)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat sambutan memperkenalkan dan meluncurkan kecerdasan buatan MaiA. (Dok. Kemenpar RI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi menyoroti belum optimalnya kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional, meskipun terjadi sejumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025. Ia menilai peningkatan jumlah wisatawan belum berbanding lurus dengan penguatan nilai ekonomi yang dirasakan secara luas.

Dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026), Erna mengungkapkan kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga triwulan III 2025 baru mencapai 3,96%, masih di bawah target kisaran 4,2–4,3% .

“Lonjakan wisatawan yang ada tidak diikuti dengan penguatan nilai ekonomi di bawah.Outcome-nya tidak terlihat dan tidak tergambar,” ujar Erna.


Menurut Erna, Kementerian Pariwisata perlu lebih transparan dalam peta kualitas belanja wisatawan, termasuk biaya. Menyanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa penetapan dan pemutakhiran target kinerja pariwisata 2025 tidak dilakukan secara sepihak oleh kementeriannya. Penyesuaian target tersebut merupak Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 , sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2024 .

Widiyanti menyebutkan, target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2025 disesuaikan dari semula 14,6–16 juta kunjungan menjadi 14–15 juta kunjungan, dan telah resmi diberlakukan sejak 30 Juni 2025 sebagai dasar perencanaan dan evaluasi kinerja lintas kementerian dan lembaga.