Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham perindustrian, saham properti, dan saham transportasi menjadi pemberat IHSG hingga ambles di zona merah, dengan turun mencapai 6,33%, 3,44%, dan 3,03%.

Saham perindustrian yang menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan hari ini adalah saham PT United Tractors Tbk (UNTR) drop 14,9%. Selain itu pelemahan juga terjadi pada saham PT Astra International Tbk (ASII) ambles 9,28% point–to–point.

Senada saham properti turut menjadi pemberat, saham PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) ambles 14,4%, saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) melemah 11,9%. Saham PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) drop 10%.

Turut senasib dengan saham–saham LQ45 juga tercatat melemah harganya, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terjun bebas 6,76%, saham PT Ciputra Group Tbk (CTRA) terpeleset 4,89%, dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tertekan 3,75%.

Senada, tren negatif juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat pelemahan 3,03%, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melemah 2,91%. Juga saham PT XLSmart Tbk (EXCL) drop 2,81%.

Adapun Bursa Saham Asia masih mampu bervariasi pada hari ini. Indeks SETI Thailand melejit 1,63%, Shenzhen Comp. China terbang 0,64%, KOSPI Korea melesat 0,49%, FTSE Malaysia KLCI menguat 0,41%, CSI 300 China terapresiasi 0,09%, dan Shanghai hijau 0,04%.

Sementara itu, indeks TOPIX drop 0,99%, NIKKEI 225 turun 0,41%, Strait Times Singapore terdepresiasi 0,38%, dan SENSEX India merah 0,33%.

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Januari. Satu yang ditunggu tentu pengumuman suku bunga acuan BI Rate.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5%.

Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini yaitu pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya ketidakpastian global guna mendukung capaian sasaran inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Hasil ini sesuai dengan ekspektasi pasar. Konsensus yang dihimpun Bloomberg menghasilkan median proyeksi BI Rate tetap 4,75%.

Di antara yang memperkirakan BI Rate bertahan di 4,75% adalah Faisal Rachman, Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI). Faisal berpandangan, BI Rate BI Rate akan dipertahankan di 4,75% pada RDG Januari ini untuk menjaga stabilitas.

“Rupiah cenderung melemah di tengah naiknya ketidakpastian global terutama dari geopolitik yang bersumber di AS,” mengutip paparan Ekonom Bank Permata tersebut. Adapun sepanjang perdagangan tahun 2026, mata uang Tanah Air masih melemah 1,45% di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).

Mengenai arah atau posisi kebijakan moneter ke depan, lanjut Perry Warjiyo, Gubernur BI, Ke depan, Bank Sentral akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini, dan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI lebih lanjut. 

Melansir riset Phintraco Sekuritas, IHSG terkoreksi ke level 9.010,33 pada perdagangan Rabu, dipicu oleh aksi profit taking setelah indeks mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya, yang kemudian diperkuat oleh memburuknya sentimen domestik menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut izin 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan akibat pelanggaran lingkungan. 

“Tekanan jual berlangsung lintas sektor, dengan sektor industri (-6.33%), properti (-3.44%), dan transportasi (-3.04%) menjadi penekan utama pergerakan indeks,” terang Phintraco, Rabu.

Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah MA–5, disertai penyempitan area positif MACD serta stochastic RSI yang bergerak turun dari area overbought, sehingga membuka peluang lanjutan koreksi dengan potensi pengujian area support 8.950 – 9.000.

“Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75% cenderung relatif sesuai ekspektasi pasar dan belum mampu menjadi katalis penahan koreksi,” sebut Phintraco, mengingat fokus kebijakan moneter saat ini lebih diarahkan pada stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

(fad/ain)

No more pages