Dia menilai rupiah saat ini dinilai telah memasuki fase posisi tertinggi. Pelemahan kurs rupiah juga tak seirama dengan tren pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang justru tumbuh positif.
Dengan begitu, dia memastikan rupiah dalam waktu dekat akan kembali menguat, seiring dengan langkah perbaikan fondasi ekonomi dalam negeri oleh pemerintah belakangan ini yang diharapkan mampu menarik investasi.
"Jadi ekonomi kita kalau kita jaga terus dan kita akan perbaiki terus ke depan, rupiah akan cenderung menguat,” tutur dia.
Dalam asumsi makro APBN 2026, rupiah ditargetkan sebesar Rp16.500/US$. Sementara itu, rupiah saat ini sudah melewati asumsi atau mencapai Rp16.950/US$, yang berarti awal tahun telah melewati batas asumsi tersebut.
(lav)
No more pages































