Jeffri menilai penanganan khusus tersebut perlu dilakukan gegara tambang ilegal tersebut sudah menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Di sisi lain, jika penambangan tersebut dilakukan di dalam IUP Antam, Jeffri mendorong agar penambang ilegal tersebut dilakukan pembinaan oleh perusahaan.
“Supaya kalau itu di dalam, ya juga peran dari perusahaan pemilik IUP,” tegasnya.
Antam baru-baru ini mengevakuasi tiga korban jiwa dalam insiden pertambangan tanpa izin di wilayah IUP Pongkor, Jawa Barat.
Ketiga korban diduga melakukan penambangan di konsesi milik Antam. Kendati demikian, area itu berada di luar kegiatan operasi resmi Antam.
Direktur Utama Antam Untung Budiharto mengatakan peristiwa itu menjadi perhatian serius manajemen dan akan menjadi dasar penguatan pengawasan serta penegakan keselamatan kerja dan keamanan wilayah tambang.
“Keselamatan manusia adalah prioritas utama. Antam tidak menoleransi aktivitas penambangan ilegal karena berisiko tinggi dan dapat menimbulkan korban,” kata Untung lewat keterangan resmi, Senin (19/1/2026).
“Ke depan, kami akan memperketat pengawasan, penegakan K3, serta pengamanan wilayah tambang agar aktivitas ilegal tidak kembali terjadi dan masyarakat tidak lagi menjadi korban,” ujar Untung.
Dia menambahkan penguatan pengamanan wilayah tambang akan dilakukan secara terintegrasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait, termasuk peningkatan sistem pemantauan dan pengendalian akses di area IUP.
Menurut Untung, langkah tersebut sejalan dengan komitmen perseroan dalam menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) secara konsisten, khususnya pada aspek keselamatan kerja, perlindungan masyarakat sekitar tambang, serta tata kelola operasi yang bertanggung jawab.
“Tambang ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan jiwa,” tegasnya.
Antam menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan otoritas terkait dalam penanganan lanjutan, serta mendukung penuh langkah penertiban agar aktivitas penambangan ilegal di sekitar wilayah operasional dapat dihentikan secara permanen.
Sekadar catatan, umur tambang emas eksisting Antam di Tambang Pongkor hanya tinggal sekitar 3—4 tahun lagi.
Adapun untuk pembiayaan tambang baru, Antam dikabarkan tengah mencari pinjaman sindikasi dolar senilai US$500 juta. Fasilitas pinjaman US$500 juta untuk Antam itu akan dibagi dua yaitu term loan dan revolving credit facility.
(azr/wdh)

























