Pada Minggu, 18 Januari pukul 06.15 WITA, operasi pencarian terpadu dimulai dengan mengerahkan pesawat nirawak (drone) milik TNI AU di wilayah Gunung Bulusaraung, perbatasan kabupaten Maros dan Pakem. Pada 07.46 WITA, tim SAR gabungan mengidentifikasi secara visual serpihan pesawat berupa jendela sebagai penanda awal lokasi kecelakaan. Pada 07.49 WITA, ditemukan serpihan besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya. Pada 11.59 WITA, pos komando krisis center Basarnas menerima laporan penemuan satu jenazah laki-laki dan segera dilakukan proses evakuasi.
Pada Senin (19/1/2026), seluruh pihak yang terkait dengan SAR melakukan koordinasi ulang di lokasi posko yang berada di ujung lokasi terdekat tempat kejadian, yaitu di Kecamatan Baloci, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan.
"Pada saat kunjungan dilakukan pada Senin kemarin, terlihat memang kondisi cuaca di lokasi cukup tebal awannya. Jadi dari pagi hingga sore itu cuacanya hujan, dan itu sangat menyulitkan bagi tim penyelamat untuk melaksanakan pekerjaannya," ujar dia.
"Medan yang kami lihat di sana adalah medan yang cukup terjal, dengan kemiringan kurang lebih 70-80 derajat. Dengan kondisi licin dan hujan, sehingga menyulitkan"
Terakhir, Kementerian Perhubungan mendapatkan laporan bahwa kembali ditemukan satu jenazah korban perempuan. Adapun, proses identifikasi akan dilakukan oleh Kepolisian Polda Sulawesi Selatan. Saat ini, Basarnas mengerahkan sekitar 1.200 petugas yang melakukan upaya pencarian di lokasi kejadian.
(dov/frg)



























