Logo Bloomberg Technoz

Dari dalam negeri, kepercayaan pasar sedang diuji lewat serangkaian kebijakan dan sikap yang diambil pemerintah. Defisit fiskal mencapai 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025, yang diprediksi akan melampaui ambang batasnya di 3% PDB tahun ini.

"Nilai tukar rupiah sedang berada di bawah tekanan akibat perkembangan domestik terbaru, termasuk risiko pelebaran defisit fiskal serta kembalinya kekhawatiran terhadap independensi bank sentral," tulis Radhika Rao, ekonomi senior Bank DBS, seperti dikutip Bloomberg News, Selasa (20/1/2026). 

Dampak pelemahan rupiah juga menjalar ke pasar surat utang yang mengalami tekanan jual. Melansir data Bloomberg, aksi jual melanda pasar obligasi yang terlihat dari naiknya nilai imbal hasil di hampir semua tenor.

Imbal hasil tenor 12Y naik 3,7 basis poin (bps) menjadi 6,47%, tenor 10Y naik 2,9 bps menjadi 6,32%, tenor 6Y naik 3,4 bps menjadi 6,1%, tenor 1Y naik 1,0 bps ke 4,63%.

Imbal hasil di pasar surat utang Indonesia naik, mengindikasikan ada tekanan jual hari ini (20/1/2026). Bloomberg.

(dsp/aji)

No more pages