Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (20/1/2026).
- Bumi Resources (BUMI) menyumbang 5,73 poin
- Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) menyumbang 5,11 poin
- Impack Pratama Industri (IMPC) menyumbang 4,53 poin
- Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 3,89 poin
- Bukit Uluwatu Villa (BUVA) menyumbang 3,56 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 3,15 poin
- Darma Henwa (DEWA) menyumbang 2,84 poin
- Transcoal Pacific (TCPI) menyumbang 2,42 poin
- Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS) menyumbang 2,34 poin
- Pacific Strategic Financial (APIC) menyumbang 2,33 poin
Saham–saham unggulan LQ45 juga jadi pemicu penguatan IHSG hingga pecah rekor baru. Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melesat 5,44%, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat 5,4%, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) terbang 4,66%, dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) melonjak 3,75%.
Adapun Bursa Asia hari ini justru bervariasi. Indeks SETI Thailand melejit 1,45%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,25%, dan Strait Times Singapura terapresiasi 0,15%.
Akan tetapi, PSEI Filipina ambles 1,22%, Shenzhen Composite China ambles 0,61%, Sensex India merah 0,47%, dan Kospi Korea Selatan turun 0,01%.
Melansir Panin Sekuritas, reli kuat IHSG terjadi menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia yang dijadwalkan besok. Suku bunga acuan BI Rate diproyeksikan tetap berada di level 4,75% di tengah nilai tukar rupiah yang melemah.
Di sisi lain, inflasi masih terjaga di level 2,92% pada Desember 2025, sehingga BI diproyeksikan menahan BI Rate.
“Patut dicermati, penguatan IHSG saat ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran akibat perubahan metodologi yang direncanakan MSCI yang berpotensi memicu outflow dana asing dari pasar domestik beberapa bulan mendatang,” jelas riset Panin Sekuritas.
Di sisi yang bersamaan dengan itu, menyitir Phillip Sekuritas Indonesia, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa delapan negara Eropa (Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia) akan menghadapi kenaikan tarif. Dimulai dari 10% pada 1 Februari dan naik menjadi 25% pada 1 Juni, jika kesepakatan yang memungkinkan AS untuk membeli Greenland tidak tercapai.
“Negara-negara Eropa dilaporkan sedang membahas tarif balasan dan langkah–langkah hukuman ekonomi yang lebih luas sebagai tanggapan terhadap ancaman tarif Presiden Trump sehingga semakin memperburuk hubungan antara AS dan Uni Eropa,” jelas Philip dalam risetnya.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyebut secara teknikal, pembentukan histogram positif pada MACD terus berlanjut. Sementara stochastic RSI berada pada overbought area.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 9.1259.200 pada perdagangan Sesi II,” tulis Phintraco.
(fad/aji)





























