Pada bagian lain, menurut Iceland Discover, ujar Cerveny, Erik si Merah ingin lebih banyak pemukim menetap di sana. Tokoh Viking tersebut berpikir jika tempat itu mempunyai nama yang terdengar menyenangkan, orang bakal lebih cenderung pindah ke sana, di mana terjadi kurang lebih pada 1000 Masehi (M).
Akan tetapi, Cerveny mengatakan dalam bahasa asli pulau tersebut, namanya adalah Kalaallit Nunaat atau “Tanah Kalaallit”. Suku Kalaallit merupakan penduduk asli Greenland dari bangsa Inuit, yang mendiami wilayah barat pulau itu.
Greenland Tak Selalu Dingin
Dalam kisah penamaan Greenland, pulau ini kemungkinan besar dinilai tak sedingin sekarang ketika diberi nama. Meskipun sebagian besar wilayahnya tertutup es selama ribuan tahun, pulau tersebut mengalami penghijauan lokal selama Anomali Iklim Abad Pertengahan (Medieval Warm Period) pada sekitar 900-1.300 M, saat bangsa Viking menetap di sana.
Bahkan pada puncaknya, sebagian besar wilayah pulau itu masih tertutup es hingga mencapai 80%. Kini, sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah Nature pada 2024 menyatakan bahwa lapisan es Greenland mencair dengan cepat dan digantikan oleh vegetasi akibat adanya pemanasan global (global warming).
Menurut salah satu peneliti tersebut sekaligus ilmuwan bumi di Universitas Leeds di Inggris, Jonathan Carrivick, membenarkan bahwa sebagian wilayah Greenland kembali menghijau untuk pertama kalinya sejak kunjungan bangsa Viking hampir 1.000 tahun lalu. Adapun di tempat yang dulunya tertutup salju dan es hanya beberapa dekade yang lalu, saat ini terdapat area semak belukar bersama dengan bebatuan tandus dan lahan basah.
Berdasarkan laporan studi itu, diperkirakan 11.000 mil persegi lapisan es dan gletser Greenland telah mencair selama 3 dekade terakhir. Secara keseluruhan, total area yang kehilangan es dalam 30 tahun terakhir sedikit lebih besar dari luas negara bagian AS Massachusetts dan mewakili sekitar 1,6% dari jumlah tutupan es dan gletser Greenland.
Di samping itu, Greenland sempat mencatatkan rekor suhu terdinginnya di belahan bumi utara pada sekitar 93,3 derajat di bawah nol Fahrenheit atau -93,3°F (setara dengan -69,61 °C). Luas pulau tersebut lebih dari 836.000 mil persegi atau tiga kali ukuran negara bagian AS Texas, dengan sekitar 80% wilayahnya tertutup oleh lapisan es yang sangat besar.
Namun keterbatasan peta datar menyebabkan Greenland tampak lebih kecil atau lebih besar dari ukuran sebenarnya di atas kertas. Pada beberapa peta, ukurannya terlihat mirip dengan Afrika.
Greenland juga tampak amat besar di beberapa peta, terutama dalam proyeksi Mercator standar karena letaknya dekat dengan Kutub Utara. Peta-peta ini meregangkan wilayah kutub agar sesuai dengan bentuk bulat Bumi pada permukaan datar, sehingga daratan di lintang tinggi terlihat jauh lebih besar dibandingkan ukuran sebenarnya.
(wep)































