Logo Bloomberg Technoz

Industri tenaga surya China tengah bergulat dengan kelebihan kapasitas dan persaingan yang ketat, serta melonjaknya biaya perak, yang merupakan komponen utama dalam produksi sel surya.

Sentimen terhadap sektor ini secara bertahap membaik menyusul kampanye pemerintah baru-baru ini untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut di sejumlah industri.

Namun, dampak positifnya paling terlihat pada polisilikon, bahan hulu krusial yang digunakan dalam panel surya.

Longi, produsen panel surya terbesar di China berdasarkan kapitalisasi pasar, diperkirakan akan mencatat pemulihan laba tahun ini seiring industri surya memasuki fase upcycle, menurut analis Bloomberg Intelligence, Chia Chen dan Henik Fung.

Persaingan harga mulai mereda di bawah kampanye pemerintah, sementara persoalan kelebihan kapasitas berangsur membaik seiring perusahaan surya memangkas belanja modal dan proses konsolidasi meningkat.

“Faktor-faktor ini mendukung keseimbangan pasar yang lebih sehat dan harga panel surya yang lebih tinggi mulai 2026,” tulis mereka dalam sebuah catatan.

Rencana Longi untuk beralih ke logam dasar yang lebih terjangkau menggantikan perak pada kuartal kedua juga diperkirakan akan memperkuat margin dalam jangka panjang.

Sebelumnya, perusahaan telah mencatat kerugian yang lebih kecil pada kuartal ketiga setelah menerapkan berbagai langkah pengurangan biaya.

Ketua Longi, Zhong Baoshen, mengatakan pada September lalu bahwa perusahaan “yakin” akan kembali mencapai titik impas pada bisnis intinya di kuartal keempat.

Produsen polisilikon terkemuka Tongwei Co. juga menyampaikan pada Minggu bahwa perusahaan tersebut kemungkinan akan mencatat rugi bersih 9 miliar hingga 10 miliar yuan pada 2025, dibandingkan rugi bersih 7,04 miliar yuan setahun sebelumnya.

Tongwei menyebut segmen polisilikonnya membukukan laba operasional pada paruh kedua tahun ini seiring kenaikan harga, namun meningkatnya biaya bahan utama seperti perak tetap menimbulkan tekanan operasional yang “signifikan.”

(bbn)

No more pages