Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas masih mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 75.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Akan tetapi, RSI di atas 70 sekaligus menjadi sinyal sudah jenuh beli (overbought).
Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 61. Menghuni area beli (long) yang kuat.
Sedangkan indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 184. Berarti volatilitas harga emas sepertinya tidak akan terlalu tinggi.
Untuk perdagangan minggu ini, harga emas sepertinya masih akan melanjutkan koreksi. Cermati pivot point di US$ 4.584/troy ons.
Dari situ, harga emas berisiko menguji support US$ 4.528/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di MA-10 yaitu US$ 4.377/troy ons.
Namun andai harga emas kemudian malah bisa naik, maka US$ 4.607/troy ons akan menjadi resisten terdekat. Resisten berikutnya ada di rentang US$ 4.633-4.684/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.789/troy ons.
(aji)























