Logo Bloomberg Technoz

"Hasil dari ketegangan dagang baru ini tidak jelas, tetapi yang sudah lama jelas bahwa tidak ada lagi kepastian dagang atau tarif," tulis analis termasuk Carsten Brzeski, kepala makro global di ING Bank, dalam catatan kepada klien.

"Yang jelas adalah perang dagang besar-besaran antara Uni Eropa dan AS hanya akan menyisakan pihak yang kalah."

Euro Menguji Rata-Rata Pergerakan 200 Hari Akibat Ancaman Tarif Trump. (Bloomberg)

Aset Asia sudah menghadapi tekanan setelah saham AS pada Jumat kehilangan kekuatan sebelumnya dan ditutup 0,1% lebih rendah, usai Trump mengisyaratkan akan menominasikan orang lain selain Kevin Hassett untuk menggantikan Gubernur The Fed Jerome Powell. 

Obligasi Treasury merosot di seluruh kurva imbal hasil karena pelaku pasar mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga. Peluang yang meningkat bahwa mantan anggota Dewan Gubernur The Fed Kevin Warsh akan ditunjuk untuk memimpin The Fed.

Data China pada Senin mungkin menunjukkan ekonomi tetap stabil pada kuartal keempat dan mungkin menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan kuartalan terlemah dalam tiga tahun. Menurut survei Bloomberg, Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan tumbuh 4,5% year-on-year (yoy) dalam tiga bulan hingga 31 Desember, lebih lambat dari 4,8% pada kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan China Diperkirakan Melemah ke Level Terendah Tiga Tahun Terakhir. (Bloomberg)

Perhatian kemudian beralih ke pembukaan pasar Eropa. Menurut para ahli strategi, saham-saham di kawasan ini mungkin akan menanggung dampak terberat dari aksi jual besar-besaran. Deutsche Bank mengantisipasi dampak pada euro mungkin terbatas mengingat AS bergantung pada modal Eropa. Sementara yang lain menilai serangan Trump sebagai taktik negosiasi untuk mendapatkan pengaruh menjelang Forum Ekonomi Dunia di Davos pekan ini.

"Asumsi saya bahwa ‘jalan keluar’ dari ancaman ini akan segera ditemukan, dan ini akan berubah menjadi ‘momen TACO’ lainnya," tulis Michael Brown, analis Pepperstone Group di London, dalam catatan kepada klien.

"Karena argumen fundamental untuk risiko masih kuat, dan asalkan sebagian besar balasan Eropa tetap retorika, saya melihat penurunan harga saham sebagai peluang beli untuk saat ini dan tidak akan terkejut jika pergerakan valuta asing awal pekan ini mereda dengan relatif cepat."

Di pasar komoditas, harga minyak sedikit naik pada Jumat dan ditutup mendekati US$60 per barel karena pelaku pasar mempertimbangkan ketegangan di Iran. Harga emas turun paling tajam dalam dua pekan terakhir.

Beberapa pergerakan utama di pasar:

Mata Uang

Yen Jepang naik 0,2% menjadi 157,89 per dolar AS pada pukul 07.00 waktu Tokyo
Euro turun 0,1% menjadi US$1,1584
Dolar Australia turun 0,1% menjadi US$0,6674
Yuan offshore sedikit berubah ke 6,9662 per dolar

Obligasi

Imbal hasil obligasi Australia 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 4,73%

Kripto

Bitcoin sedikit berubah menjadi US$95.343,95
Ether naik 0,8% menjadi US$3.337,5

(bbn)

No more pages