Logo Bloomberg Technoz

Krishna Guha, kepala strategi bank sentral di Evercore ISI, mencatat bahwa berita ini akan "melontarkan Warsh ke posisi teratas dalam persaingan menggantikan Powell sebagai Gubernur The Fed."

Menteri Keuangan Scott Bessent, saat diwawancarai Fox Business, menyatakan bahwa "hanya Presiden yang tahu" siapa yang akan dinominasikan. "Itu adalah prerogatif beliau," tegasnya.

Trump sendiri mengklaim sudah mengantongi satu nama. "Dalam pikiran saya, itu sudah selesai," kata Trump kepada wartawan. Meski demikian, ia menolak untuk membocorkan siapa kandidat pilihannya tersebut.

Pasar merespons cepat pernyataan Trump. Nilai tukar dolar AS menguat dari posisi terendahnya, sementara pasar saham berbalik ke zona negatif. Pasar prediksi juga langsung meningkatkan peluang kemenangan bagi Kevin Warsh.

Namun, upaya Trump mengisi kekosongan di The Fed menghadapi ganjalan di Senat. Senator Partai Republik, Thom Tillis, menyatakan akan menentang siapa pun pilihan presiden hingga penyelidikan Departemen Kehakiman (DOJ) terhadap The Fed tuntas.

Langkah DOJ yang melayangkan panggilan hukum (subpoena) kepada The Fed telah meningkatkan tensi antara pemerintah dan bank sentral. Jerome Powell mengecam penyelidikan tersebut sebagai upaya terselubung untuk merusak independensi bank sentral.

Pencarian Gubernur The Fed yang baru ini terjadi di masa yang sensitif. Di satu sisi, pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan pada 2025 yang mendorong pemangkasan suku bunga. Di sisi lain, inflasi masih tertahan di atas target 2%, membuat beberapa pejabat The Fed ingin menahan suku bunga.

Gubernur The Fed yang baru diharapkan dapat mewujudkan keinginan Trump untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Namun, membangun konsensus di dalam komite kebijakan Fed diperkirakan akan sulit, terutama jika Jerome Powell memutuskan untuk tetap bertahan sebagai Gubernur setelah masa jabatannya sebagai Ketua berakhir pada 15 Mei mendatang.

Selain dua "Kevin" (Hassett dan Warsh), muncul nama baru dalam bursa calon. Eksekutif BlackRock Inc, Rick Rieder, dilaporkan telah mengikuti wawancara terakhir untuk posisi tersebut pada hari Kamis kemarin.

(bbn)

No more pages