Logo Bloomberg Technoz

Kendaraan hibrida yang diproduksi di pabrik-pabrik Ford di luar negeri akan diekspor ke seluruh dunia, termasuk ke AS, kata sumber tersebut. Namun, sebagian besar kendaraan hibrida yang dijual Ford di AS akan tetap berasal dari pabrik-pabrik di Amerika Utara.

BYD tidak segera menanggapi permintaan komentar. Seorang juru bicara Ford mengatakan bahwa perusahaan otomotif tersebut "berbicara dengan banyak perusahaan tentang banyak hal. Kami tidak berkomentar tentang rumor atau spekulasi tentang bisnis kami."

Ford telah memasok baterai dari BYD sejak tahun 2020 untuk pabrik-pabrik usaha patungan mereka di China dengan perusahaan milik negara Changan Automobile Co.

Mereka juga memiliki kesepakatan baterai dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. dari China.

Potensi kesepakatan dengan BYD juga langsung menuai reaksi politik negatif, dengan penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, mempertanyakan kesepakatan tersebut.

Ketua Panel China DPR AS, John Moolenaar, mengatakan Ford “seharusnya bekerja sama dengan sekutu kita, bukan musuh kita.”

“Jika laporan bahwa Ford sedang berdiskusi untuk berpotensi bermitra dengan perusahaan baterai China kedua menjadi kenyataan, itu akan mengurangi status Ford sebagai perusahaan Amerika yang ikonik,” kata Moolenaar dalam pernyataan melalui email.

BYD menyalip Tesla Inc. sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia tahun lalu.

Meskipun perusahaan China ini secara efektif terhalang masuk ke pasar AS oleh tarif yang memberatkan, mereka berhasil menembus pasar dari Amerika Selatan hingga Eropa dan Asia Tenggara dengan berbagai kendaraan listrik berteknologi canggih yang terjangkau.

Penjualan kendaraan hibrida telah meningkat di seluruh dunia seiring dengan melambatnya pasar kendaraan listrik murni.

Ford meningkatkan produksi hibrida dan berencana untuk meluncurkan lebih banyak model gas-listrik.

Pada Pameran Otomotif Detroit awal pekan ini, produsen mobil Amerika tersebut mengungkapkan rencana untuk memperkenalkan versi hibrida plug-in dari kendaraan sport utility Bronco di China.

Mobil ini akan menggunakan teknologi kendaraan listrik jarak jauh (Extended-Range Electric Vehicle/EREV), di mana mesin pembakaran internal bertindak sebagai generator di dalam mobil untuk mengisi ulang baterai saat mobil digunakan.

CEO Jim Farley mengatakan kepada wartawan di sela-sela pameran otomotif bahwa belum ada rencana untuk membawa EREV Bronco ke AS, tetapi menambahkan, “Anda dapat mengharapkan banyak pilihan mesin yang menarik untuk Bronco.”

“Kami benar-benar mempercepat investasi kami di EREV dan hibrida,” kata Farley. “Kami telah sangat sukses dengan F-150 hibrida. Sekarang kami ingin memperluas jangkauan dengan hibrida dan EREV.”

Berita tentang pembicaraan Ford dengan BYD, yang pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal, membuat saham ADR perusahaan otomotif China itu naik 3,6% pada Kamis. Saham Ford turun kurang dari 1% dan ditutup pada harga US$13,81.

(bbn)

No more pages