Keputusan Trump yang menyingkirkan Machado dari kepemimpinan Venezuela mengejutkan para pemimpin oposisi dan sekutu Machado di luar negeri, termasuk sejumlah anggota parlemen Partai Republik. Gedung Putih menyatakan AS akan menjalankan pemerintahan negara itu hingga pemilihan presiden baru dapat digelar, meski belum memberikan jadwalnya.
Sebagai sinyal tambahan bahwa Machado mungkin kesulitan memperluas pengaruhnya di Venezuela, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pada Kamis mengatakan Trump sejauh ini puas dengan kinerja Rodriguez dan pemerintahan sementara.
“Mereka sejauh ini telah memenuhi semua tuntutan dan permintaan Amerika Serikat serta presiden,” kata Leavitt kepada wartawan. “Presiden menyukai apa yang ia lihat dan berharap kerja sama itu berlanjut.”
Sebelum Trump bertemu Machado, Leavitt mengatakan presiden mengharapkan “diskusi yang baik dan positif” dengannya. Leavitt menyebut Machado sebagai “suara yang luar biasa dan berani bagi banyak rakyat Venezuela.”
Trump berbicara dengan Rodriguez pada Rabu, dan para pejabat AS dijadwalkan bertemu dengan salah satu utusannya di Washington pada Kamis.
Dalam beberapa hari sejak Maduro digulingkan, Trump mengumumkan rencana agar Caracas menyerahkan miliaran dolar minyak mentah. Ia juga menekan perusahaan-perusahaan minyak besar untuk berinvestasi di negara itu guna menghidupkan kembali infrastruktur energi. Trump memuji Rodriguez atas pembebasan sejumlah tahanan politik, termasuk para pembantu dekat Machado.
Trump mengatakan akan menjadi “kehormatan besar” untuk menerima penghargaan tersebut dari Machado. Namun, dalam wawancara dengan Reuters pada Rabu, ia menyebut tidak ingin Machado menyerahkan hadiah itu kepadanya. Komite Nobel Norwegia menegaskan penghargaan tersebut tidak dapat dibagi atau dialihkan.
“Dia yang memenangkan Nobel Perdamaian,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa ia “mendengar” kemungkinan itu. “Saya seharusnya bukan orang yang mengatakan hal itu,” tambahnya.
(bbn)































