Meski raksasa tambang global makin mengalihkan fokus ke tembaga dan logam lain yang dibutuhkan untuk transisi energi, mereka tetap mencari cara untuk mempertahankan pendapatan bijih besi.
Volume besar bahan baku baja masih dibutuhkan untuk memenuhi permintaan dari ekonomi Asia yang terus berkembang, seiring booming infrastruktur China meredup.
Rio merupakan produsen bijih besi terbesar di Pilbara, disusul ketat oleh BHP, dan keduanya bersama-sama memproduksi lebih dari 600 juta ton secara global.
Perusahaan menyatakan rencana terbaru ini melanjutkan kesepakatan tahun 2023 yang memungkinkan penambangan lintas beberapa wilayah konsesi yang berbatasan.
Pengumuman Kamis tersebut mencakup dua nota kesepahaman: satu untuk mengeksplorasi kolaborasi pengembangan endapan Wunbye milik Rio yang belum dikembangkan, dan satu lagi agar BHP memasok sebagian produksi dari perluasan tambang Yandi untuk diolah di fasilitas milik Rio.
Produksi awal dari proyek gabungan ini diperkirakan mulai awal dekade mendatang, kata perusahaan. Angka 200 juta ton merujuk pada total output, dan pernyataan tersebut tidak merinci potensi produksi tahunan.
Pilbara telah lama menjadi tulang punggung produksi bijih besi global, mengirimkan miliaran ton ke China selama seperempat abad terakhir untuk menopang ekonomi negara tersebut yang tengah berkembang pesat.
Namun, penambang seperti Rio dan BHP kini menghadapi kualitas bijih yang lebih rendah, yang berarti harga jual yang lebih rendah.
Para penambang berupaya menyeimbangkan pertumbuhan dengan disiplin belanja modal, dan makin mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dari infrastruktur yang sudah ada.
Baik Rio maupun BHP juga berupaya menjual infrastruktur non-esensial guna membebaskan arus kas.
BHP baru-baru ini menjual saham mayoritas pada jaringan listrik yang menopang operasi bijih besinya senilai US$2 miliar kepada Global Infrastructure Partners LP milik BlackRock Inc., untuk menyalurkan dana ke area prioritas seperti tembaga.
Saham BHP naik 3% di Sydney pada pukul 12.41 waktu setempat, sementara Rio menguat 0,8%, seiring para penambang diuntungkan oleh reli harga logam pekan ini.
(bbn)






























