Logo Bloomberg Technoz

YLKI Terima 1.977 Pengaduan Konsumen, Jasa Keuangan Tertinggi

Mis Fransiska Dewi
14 January 2026 16:40

Ketua YLKI, Niti Emiliana (dua dari kanan) dalam acara paparan pengaduan konsumen 2025, Rabu (14/1/2025) (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)
Ketua YLKI, Niti Emiliana (dua dari kanan) dalam acara paparan pengaduan konsumen 2025, Rabu (14/1/2025) (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melaporkan menerima 1.977 pengaduan konsumen dari berbagai sektor sepanjang 2025. Sektor jasa keuangan berada di puncak karena mendapat aduan tertinggi sebanyak 325 aduan. Bahkan dalam 5 tahun terakhir, sektor jasa keuangan bertengger di posisi teratas dibandingkan sektor lainnya. 

YLKI memaparkan 10 besar pengaduan konsumen sepanjang 2025 masih didominasi oleh sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar dan layanan esensial masyarakat. 

Secara terperinci, lima besar pengaduan konsumen pada 2025 yakni jasa keuangan sebanyak 325 pengaduan; belanja online 133 pengaduan; telekomunikasi 106 pengaduan; paket 61 pengaduan; dan perumahan 57 pengaduan.


“Sektor jasa keuangan menjadi sektor yang paling sering menimbulkan sengketa antara konsumen dan pelaku usaha. Dan dari tahun ke tahun pun itu belum bergeser,” kata Ketua YLKI, Niti Emiliana dalam konferensi pers, Rabu (114/1/2026). 

Adapun tren pengaduan konsumen pada lima tahun terakhir mengenai sektor jasa keuangan terus meningkat. Pada 2021 sebanyak 262 aduan; 2022 sebanyak 289 aduan; 2023 sebanyak 356 aduan; 2024 mencapai 334 aduan; dan 2025 terdapat 325 aduan.