Logo Bloomberg Technoz

“Segmen ini tetap kuat karena sensitivitas cicilan masih tinggi, walau BI Rate sudah 4,75% di akhir 2025, penurunan bunga kredit ritel biasanya lebih lambat, jadi konsumen volume tetap mengejar OTR termurah dan cicilan paling ringan” kata Yannes.

Yannes juga bilang salah satu faktor yang menentukan rentang harga ini adalah struktur permintaan Indonesia masih pro mobil fungsional, terbukti penjualan model terlaris 2025 banyak didominasi produk di zona terjangkau seperti Sigra, Calya, dan Brio ditambah Veloz yg sudah masuk Rp240-290 jutaan.

“Jadi, untuk 2026 primadonanya tetap mobil harga terjangkau, namun label Rp200 juta sebagai batas angka psikologis saja” katanya.

Namun, Yannes juga mengingatkan bahwa  salah satu pemberat bagi pemulihan sektor otomotif ini terutama berasal dari segi pembiayaan.

“Permintaan di segmen terbesar seperti LCGC/entry dan low MPV masih sangat sensitif terhadap cicilan dan persetujuan kredit, jadi pemulihan terutama ditentukan oleh transmisi penurunan suku bunga ke bunga leasing, serta kepastian pajak dan insentif.” katanya.

Selain itu, Yannes juga mengingatkan mengenai risiko awal tahun berupa efek post pull-forward dari promo akhir 2025, sehingga penjualan semester I ini bisa terasa lebih pelan.

(ell)

No more pages