Malaysia adalah produsen CPO terbesar terbesar kedua di dunia, hanya kalah dari Indonesia. Jadi perkembangan di sana akan sangat mempengaruhi pembentukan harga.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga CPO untuk hari ini, Rabu (14/1/2025)? Apakah bakal turun lagi, atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO sejatinya berada di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 54.
RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI CPO belum jauh dari 50, sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 100. Paling tinggi, sudah sangat jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga CPO masih berisiko turun. Cermati pivot point di MYR 4.052/ton. Dari sini, harga bisa menguji support MYR 4.45-4.043/ton.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di MYR 3.944/ton.
Namun andai harga CPO ternyata bisa naik, maka MYR 4.095/ton bisa menjadi resisten terdekat. Selepas itu, harga bisa mengetes MYR 4.115-4.119/ton.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah MYR 4.145/ton.
(aji)






























