Logo Bloomberg Technoz

Dalam riset juga disebutkan, IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi pada rentang level 8.840-9.000 selama indeks belum mampu ditutup di atas level 9.000. 

Adapun koreksi dinilai masih dalam batas wajar sepanjang IHSG tidak ditutup di bawah level support 8.730. Level pivot berada di 8.900, dengan resistance di 9.000 dan support di 8.730.

Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah tercatat melanjutkan pelemahan ke level Rp16.877/US$ di pasar spot. Pelemahan rupiah terjadi seiring dengan penguatan indeks dolar AS dan melemahnya mayoritas mata uang Asia.

Phintraco Sekuritas menilai meningkatnya ketidakpastian global mendorong naiknya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, yang kemudian memberi tekanan pada mata uang kawasan, termasuk rupiah.

Dari dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada kebijakan energi pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memastikan program mandatori pencampuran biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40% (B40) pada bahan bakar solar direalisasikan pada tahun ini. 

Sementara itu, implementasi B50 masih dalam tahap kajian dan diharapkan siap diterapkan pada paruh kedua 2026.

Penerapan kebijakan B40 dan rencana B50 diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap energi fosil serta mendukung pengembangan energi bersih sebagai bagian dari target net zero emission pemerintah. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menjadi faktor pendukung bagi fundamental saham-saham di sektor perkebunan kelapa sawit.

Dari kawasan Asia, investor akan mencermati rilis data neraca perdagangan Tiongkok untuk Desember 2025 yang dijadwalkan pada 14 Januari. Surplus perdagangan diperkirakan berada di level US$105 miliar, menurun dibandingkan US$111,68 miliar pada November 2025.

Sementara dari Amerika Serikat, pasar menantikan rilis indeks harga produsen (PPI) untuk Oktober dan November 2025, serta data penjualan ritel November 2025 yang diperkirakan tumbuh 0,3% secara bulanan setelah stagnan pada bulan sebelumnya.

Dalam riset yang sama, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang menjadi pilihan utama untuk perdagangan 14 Januari, yakni BBNI, BMRI, PGEO, JPFA, dan ISAT.

(rtd/wep)

No more pages