Logo Bloomberg Technoz

Psikolog Tekankan Pendidikan Seksual untuk Cegah Child Grooming

Dinda Decembria
13 January 2026 17:10

Ilustrasi child grooming (Envato)
Ilustrasi child grooming (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Psikolog klinis Veronica Adesla tekanan pentingnya pendidikan seksual sejak dini sebagai langkah preventif agar anak mampu melindungi diri dan terhindar dari praktik child grooming.

Menurutnya, pendidikan seksual tidak identik dengan mengajarkan perilaku seksual intim, melainkan pengenalan bertahap tentang tubuh, privasi, dan batasan pribadi.

Veronica menjelaskan, pendidikan seksual dapat dimulai sejak usia sangat dini melalui kebiasaan sehari-hari, seperti toilet training. Anak diajarkan membuang kotoran dalam tubuh di tempat yang tepat, membersihkan diri sendiri, hingga memahami kapan dan di mana mereka boleh membuka atau menutup pakaian. “Misalnya, keluar kamar mandi tidak telanjang, minimal pakai handuk lalu berpakaian. Itu pun sudah termasuk pendidikan seksual,” ujarnya kepada Bloomberg Technoz, Selasa (13/1).


Seiring bertambahnya usia, anak perlu dikenalkan pada konsep area tubuh yang bersifat pribadi. Area seperti alat kelamin, pantat, dada, dan bibir dijelaskan sebagai bagian tubuh yang tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain tanpa izin.

“Anak-anak perlu tahu bahwa tubuhnya adalah miliknya, dan tidak boleh ada orang yang menyentuhnya tanpa persetujuan, baik orang asing maupun orang yang dikenal,” kata Veronica.