Logo Bloomberg Technoz

Ia menegaskan, anak juga harus memahami hak untuk menolak. Jika merasa tidak nyaman, anak dapat mengatakan tidak dan melaporkan kepada orang dewasa yang dipercaya. Pendidikan ini, menurut Veronica, dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia serta tahap perkembangan anak.

“Kalau ditanya perlu atau tidak sejak dini, jawabannya iya. Sejak dini dan bertahap. Mulai dari pengenalan tubuh, menjaga kebersihan, merawat tubuh, menjaga privasi, hingga memahami hak untuk menolak hal-hal yang membuat tidak nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak ada hal tabu dalam pendidikan seksual jika orang tua benar-benar peduli pada keselamatan anak.

Veronica menyebut, pengenalan batasan pribadi menjadi salah satu kunci utama preventif grooming. Anak yang memahami batas tubuhnya akan lebih mampu menjaga diri dan menyadari ketika ada orang yang melanggar batas tersebut. 

“Anak-anak juga perlu tahu bahwa dia boleh menjauh dari situasi yang tidak aman dan boleh bercerita,” katanya.

Namun, pendidikan saja tidak cukup tanpa hubungan emosional yang kuat. Veronica menonjolkan pentingnya mendekatkan dan keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak. Menurutnya, banyak anak enggan bercerita karena merasa tidak aman atau takut disalahkan.

“Kedekatan emosional dan komunikasi yang terbuka itu penting. Anak harus merasa aman dan nyaman ketika bercerita apa pun,” ujarnya. 

Dengan komunikasi yang terbangun, orang tua dapat lebih cepat mengetahui apa yang dialami anak dan melakukan perlindungan sejak dini.

Ia menutupnya dengan menegaskan bahwa langkah pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kejadian buruk terjadi. "Kalau kita tahu apa yang dialami anak, kita bisa melakukan proteksi. Tapi kalau tidak tahu, biasanya baru ketahuan setelah dampaknya berat. Karena itu, pendampingan dan komunikasi sejak dini menjadi kunci utama," kata Veronica.

(dec)

No more pages