Psikolog Ungkap Tanda-Tanda Child Grooming pada Anak
Dinda Decembria
13 January 2026 15:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Psikolog klinis Veronica Adesla menjelaskan sejumlah tanda-tanda kondisi anak yang pernah menjadi korban child grooming, suatu keadaan yang pernah menimpa artis Aurelie Moeremans.
Menurut Veronica, kondisi anak kerap diawali dengan proses pendekatan emosional oleh orang dewasa yang usianya jauh lebih tua. Anak biasanya didekati secara intens, dimanipulasi, lalu secara perlahan dilibatkan dalam aktivitas yang tidak sesuai dengan usianya.
“Biasanya anak jadi lebih banyak menghabiskan waktu dengan orang dewasa tertentu, sering membicarakan orang itu, merasa dekat, dan menerima perlakuan khusus seperti hadiah atau diajak di jalan,” ujarnya kepada Bloomberg Technoz, Selasa (13/01).
Menurutnya, hubungan yang terbangun tersebut tidak lagi berada dalam batas interaksi yang wajar antara anak dan orang dewasa. Dalam kondisi ini, terjadi pelanggaran hubungan yang dapat berbentuk kontak fisik hingga perilaku seksual yang belum sepenuhnya dipahami anak. “Anak sering kali belum paham bahwa itu tidak boleh, meskipun biasanya ada perasaan tidak nyaman,” kata Veronica.
Ia menambahkan, dalam praktik child grooming, pelaku sering menyisipkan kepada pesan agar anak tidak menceritakan interaksi tersebut kepada siapa pun. Kalimat seperti “ini rahasia kita berdua” menjadi salah satu pola yang umum ditemukan. Akibatnya, anak bisa merasa bahwa perilaku tersebut adalah sesuatu yang normal dan enggan bercerita kepada orang tua atau orang terdekat.































