China Batasi Ekspor, Jepang Siapkan Langkah Balasan
News
13 January 2026 15:10

Alastair Gale - Bloomberg News
Bloomberg, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyatakan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi dampak dari keputusan China yang membatasi ekspor barang-barang berkemampuan ganda (dual-use) untuk keperluan militer. Ia menegaskan bahwa Tokyo akan mengambil langkah balasan yang tepat sebagai respons atas kebijakan tersebut.
Berbicara di sela-sela Forum Pertahanan Honolulu (Honolulu Defense Forum), Koizumi kembali mendesak China untuk membatalkan larangan yang diumumkan pekan lalu. Larangan tersebut mencakup penjualan lebih dari 800 barang dual-use, termasuk logam tanah jarang (rare earths), kepada pengguna akhir yang dianggap dapat memperkuat kapabilitas militer Jepang.
“Karena masih banyak aspek yang belum jelas mengenai cakupan dan isi dari tindakan ini, saya belum bisa memberikan komentar mengenai dampaknya terhadap industri pertahanan saat ini. Namun, setelah analisis mendalam, kami akan mempertimbangkan respons yang diperlukan,” ujar Koizumi.
Langkah Beijing ini memicu kekhawatiran global bahwa China akan semakin memperketat kendalinya atas logam tanah jarang—material yang sangat krusial untuk berbagai produk, mulai dari mobil listrik, ponsel pintar, hingga rudal. China menyebut kebijakan ini sebagai upaya membatasi ancaman militer Jepang, dan menjadi bagian dari serangkaian langkah untuk menekan Tokyo dalam sengketa yang berkaitan dengan Taiwan.































