BI Ingatkan Risiko Serangan Siber pada Transaksi Digital
Pramesti Regita Cindy
11 November 2025 19:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyoroti risiko kejahatan digital dan serangan siber di tengah pesatnya pertumbuhan transaksi digital belakangan.
Mengutip data International Monetary Fund (IMF) dan Federal Bureau of Investigation (FBI), kerugian global akibat kejahatan siber diperkirakan akan melonjak mencapai US$23,8 triliun atau setara Rp397,5 kuadriliun (asumsi kurs Rp16.700 per dolar AS) pada 2027.
"Potensi kerugian global akibat kejahatan siber akan melonjak dari US$8,4 triliun pada 2022 menjadi US$23,8 triliun di 2027," kata Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta dalam agenda Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Filianingsih membeberkan jenis serangan siber itu belakangan makin beragam. Misalkan, dia mencontohkan, serangan middleware, pengambilalihan akun, IP sintetis, serangan berbasis data, hingga rekayasa sosial yang menargetkan masyarakat luas.
Di sisi lain, dia mengatakan, ketersediaan layanan keuangan digital juga memiliki tantangan baru.





























