Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI mengindikasikan potensi berlanjutnya koreksi dengan dukungan volume jual. Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak sideways dengan kecenderungan melemah dan berpeluang menguji area support di kisaran 8.725-8.800, dengan level resistance di 8.950 dan pivot di 8.900.
Tekanan pada pasar saham terjadi di tengah rilis data ekonomi domestik yang menunjukkan perbaikan. Penjualan ritel Indonesia tercatat tumbuh 6,3% secara tahunan pada November 2025, meningkat dari 4,3% pada Oktober dan menjadi pertumbuhan tercepat sejak Maret 2024.
Namun demikian, nilai tukar rupiah masih melemah dan ditutup di level Rp16.855 per dolar AS pada perdagangan Senin (12/1).
Dari sisi global, sentimen pasar juga tertekan oleh eskalasi ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Iran yang disertai gelombang protes dan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana intervensi.
Tekanan eksternal turut datang dari pasar keuangan global. Indeks bursa Eropa dibuka melemah, sementara indeks futures Wall Street bergerak di zona negatif.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat diketahui membuka penyelidikan kriminal terhadap Chairman Federal Reserve Jerome Powell terkait kesaksiannya di Komite Perbankan Senat mengenai renovasi gedung kantor pusat The Fed.
Langkah tersebut dipersepsikan pasar sebagai tekanan terhadap bank sentral atau upaya mempercepat pergantian pimpinan The Fed sebelum masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei 2026.
Sementara itu, pengamat pasar modal Reydi Octa menilai koreksi IHSG yang terjadi seiring realisasi keuntungan jangka pendek setelah indeks menyentuh level 9.000 masih berada dalam koridor koreksi wajar.
Menurutnya, tekanan indeks semakin terasa akibat koreksi tajam pada saham-saham berisiko tinggi, seperti BUMI dan DEWA, yang cenderung mengalami penyesuaian lebih dalam ketika sentimen pasar berbalik. Menurutnya, untuk menjaga momentum penguatan di atas level 9.000, pasar membutuhkan katalis lanjutan yang bersifat fundamental.
Untuk perdagangan Selasa (13/1), Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan, antara lain TLKM, KLBF, ASII, BTPS, dan MBMA.
(dhf)




























