Logo Bloomberg Technoz

"Pelanggaran batas ini berpotensi menimbulkan tekanan di pasar obligasi. Namun, pemerintah masih dapat menjalankan belanja sosial tanpa melampaui batas tersebut karena penerimaan pajak diperkirakan membaik seiring normalisasi pertumbuhan PDB nominal pada 2026," tutur dia.

"Tetapi, secara keseluruhan, ruang kebijakan saat ini lebih besar berada pada kebijakan moneter dibandingkan fiskal."

Adapun, selama 2025, BI sendiri telah memangkas suku bunga sebanyak lima kali dengan total 125 basispoin (bps) dari semula 6% menjadi 4,75% per Desember 225 lalu.

Berdasarkan kronologinya, BI membuka tahun 2025 dengan keputusan menurunkan BI Rate 25 bps dari 6% menjadi 5,75% pada Januari. Senada, suku bunga deposit facility dan lending facility juga menurun masing-masing 25 bps menjadi 5% dan 6,5%.

Dalam penjelasannya, bank sentral menilai keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1%, nilai tukar rupiah yang terjaga sesuai dengan fundamental. Selain itu, BI juga menilai perlu upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam perkembangannya, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan arah kebijakan moneter pada 2026 ini, yang juga turut membuka ruang untuk kembali menurunkan suku bunga acuan.

Menurut dia, bank sentral menjalankan kebijakan moneter melalui tiga instrumen utama, yakni instrumen suku bunga, stabilitasi nilai tukar, dan instrumen pengelolaan atau ekspansi likuiditas melalui operasi moneter.

"Terkait suku bunga, ke depan masih ada ruang penurunan suku bunga," ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI, Rabu (17/12/2025) lalu.

Dasar pertimbangannya, lanjut dia, adalah proyeksi inflasi yang tetap rendah dan terkendali dalam sasaran. Kemudian, BI perlu terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi bersama pemerintah dan berbagai pihak lain.

"Tentu saja tingkat penurunan maupun waktunya akan kami evaluasi dari bulan ke bulan melalui asesmen, baik dari sisi inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun stabilitas nilai tukar dan kondisi moneter yang lain," papar dia.

"Kami terus mencermati ruang penurunan suku bunga, besarnya berapa, waktunya kapan, nanti kami akan evaluasi dari setiap RDG bulanan ke bulan berikutnya."

(ell)

TAG

No more pages

Artikel Terkait