Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan dengan produksi dan cadangan beras yang melimpah, Indonesia berpeluang untuk melakukan ekspor pada tahun ini.
"Kalau Bulog serapannya 3 bulan ke depan sama saja [seperti] 2025, aku tidak minta lebih, sama saja. Itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini, dan itu sejarah pertama Indonesia,” ujar Amran.
Menurut catatan Bapanas, torehan stok beras nasional di awal 2026 berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional adalah 12,53 juta ton. Ini termasuk stok beras di Bulog dan selebihnya tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, dan horeka (hotel, restoran, katering).
Stok beras di awal tahun 2026 tersebut meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Tercatat ada peningkatan hingga 203,05% terhadap stok awal tahun 2024 yang kala itu berada di angka 4,13 juta ton. Sementara terhadap stok awal tahun 2025 telah meningkat 49,12% karena stok awal 2025 berada di 8,4 juta ton.
(ell)





























