Logo Bloomberg Technoz

Tujuan NuraLogix adalah membantu pengguna memahami tidak hanya kondisi kesehatan mereka saat ini, tetapi juga arah kesehatan mereka di masa depan. NuraLogix juga sedang mengembangkan asisten AI yang dirancang untuk memberikan panduan personal, mulai dari merekomendasikan cara mengurangi konsumsi alkohol hingga membantu memperbaiki kebiasaan tidur, serta memberi peringatan ketika kunjungan medis mungkin diperlukan.

Di tempat lain dalam konferensi tersebut, produsen sikat gigi Y-Brush asal Prancis memperkenalkan model yang direncanakan akan diluncurkan pada tahun 2027. Model ini menjanjikan sikat dengan hasil bersih menyeluruh dalam 20 detik dan mengklaim mampu mendeteksi hingga 300 kondisi kesehatan, termasuk diabetes tahap awal, gangguan pencernaan, dan penyakit hati.

Sikat gigi yang disebut Halo ini dilengkapi dengan tray yang pas di atas gigi, dan menggunakan AI serta sensor gas untuk menganalisis napas pengguna dan mendeteksi risiko kesehatan. Itu adalah klaim yang berani, terutama karena tidak memerlukan setetes darah pun. Harga belum diungkapkan.

Darya Didier, perwakilan tim marketing dari Y-Brush mengatakan perangkat ini dimaksudkan sebagai cara lain bagi orang untuk memantau kesehatan mereka tanpa harus mengenakan cincin atau jam tangan pintar. Ia juga menyebutkan bahwa perusahaan sedang mengembangkan proyek terpisah berbasis air liur yang bertujuan mendeteksi risiko kesehatan tambahan.

Air liur juga menjadi fokus utama dari startup BruxMed, yang memperkenalkan produk VibeBrux smart night guard seharga US$499 di CES. Perangkat ini mirip dengan pelindung mulut tradisional tetapi dilengkapi dengan sensor yang dapat dilepas dan dimasukkan ke bagian tengah. Perangkat ini melacak kebiasaan menggertakkan rahang dan gigi, sekaligus memantau detak jantung dan kadar oksigen darah saat pengguna tidur.

Ketika kebiasaan menggeretakkan gigi terdeteksi, pelindung tersebut mengeluarkan getaran yang menghentikan perilaku tersebut secara real-time. Pengguna dapat melihat data tersebut melalui aplikasi pendamping dan membagikannya dengan penyedia layanan kesehatan.

“Ini jauh lebih akurat daripada cincin atau jam tangan karena memiliki akses ke air liur,” kata Kenny Broukhim, salah satu pendiri, kepada Bloomberg. “Air liur lebih sensitif.”

Meskipun industri teknologi konsumen bergerak cepat untuk menambahkan fitur pemantauan kesehatan ke smartwatch dan perangkat wellness lainnya, fitur-fitur baru ini telah menjadi subjek pengawasan regulasi. Withings, merek Prancis yang dikenal dengan timbangan kamar mandi ber-Wi-Fi, mengumumkan model pada awal 2022 yang baru tersedia di AS pada akhir 2023 karena perusahaan menunggu persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) untuk alat pendeteksi fibrilasi atrium, jenis detak jantung tidak teratur.

Dan Whoop Inc., yang memproduksi pelacak kebugaran tanpa layar, menolak untuk menarik tool pemantauan tekanan darahnya tahun lalu setelah peringatan dari FDA, yang menyatakan bahwa perangkat wearable tertinggi perusahaan tersebut beroperasi sebagai perangkat medis tanpa izin yang sesuai. 

Meskipun demikian, pemantauan tekanan darah akan semakin banyak diterapkan pada perangkat-perangkat lain pada 2026. Withings memperkenalkan model baru seharga US$600 yang dirancang untuk mendeteksi tanda-tanda awal hipertensi. Selain peringatan risiko tekanan darah tinggi, timbangan ini juga memperkirakan seberapa efisien jantung memompa darah.

Beberapa perusahaan juga sedang berupaya mencapai salah satu tujuan paling sulit dicapai di industri ini: pemantauan glukosa non-invasif (non-invasive glucose). CEO Whoop, Will Ahmed, sebelumnya mengatakan kepada Bloomberg bahwa mengatasi tantangan ini – yang biasanya memerlukan sampel darah – merupakan salah satu prioritas utamanya. Sementara itu, Withings mengumumkan kemitraan dengan Abbott Laboratories, yang memproduksi alat pemantau glukosa, yang akan memungkinkan pengguna melihat data glukosa langsung melalui aplikasi Withings.

Perusahaan cincin pintar Oura Health Oy, yang meluncurkan casing pengisian daya portabel pertamanya di CES pada Rabu, mengatakan kepada Bloomberg bahwa perusahaan tersebut sengaja bergerak perlahan saat menjajaki wawasan medis yang lebih mendalam.

“Di bidang elektronik konsumen, jika sesuatu tidak berfungsi dengan baik, itu bisa diterima,” kata CEO Tom Hale dalam wawancara di acara tersebut. “Tapi itu tidak bisa diterima di bidang kesehatan.”

Perusahaan saat ini menjadi bagian dari program studi berskala besar yang membandingkan data dari cincin Oura dengan pembacaan dari manset tekanan darah tradisional.

(bbn)

No more pages