Logo Bloomberg Technoz

Bitcoin Jeblok 32% dalam Setahun ke Rp1 M, Sebaiknya Jual/Beli?

Redaksi
24 February 2026 08:15

Suasana pasar El Zonte, El Salvador, negara pendukung Bitcoin, bulan Juni 2025. (Camilo Freedman / Bloomberg)
Suasana pasar El Zonte, El Salvador, negara pendukung Bitcoin, bulan Juni 2025. (Camilo Freedman / Bloomberg)

Bloomberg Technoz, JakartaKekhawatiran ganda menyelimuti pasar, perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat dan terkait laba korporasi, menyebabkan Bitcoin masih betah di jalur pelemahan.

Bitcoin dalam satu tahun terakhir mencatatkan pelemahan hingga 32% dan menempati posisi sementara US$64.913 (setara Rp1,09 miliar) hingga pukul 8.00 pagi hari Selasa (24/2/2026) waktu Indonesia. Dalam pergerakan harian nilai aset kripto paling berharga kini jauh 3,2% dibandingkan posisi hari Senin kemarin.

Harga Bitcoin pada Selasa pagi diperdagangkan 48% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) US$126.000 pada Oktober lalu, juga hanya terpaut 5,5% dari puncak saat pasar bullish tahun 2021, yakni sekitar US$69.000. Kapitalisasi Bitcoin tercatat menurun jadi US$1,31 triliun.


Terjadinya likuidasi dana US$458 juta (setara Rp7,69 triliun) dalam 24 jam terakhir dan disumbangkan oleh 136.000 pedagang, menurut data TradingView. Posisi Crypto Fear & Greed Index kembali melemah dari level 14 dari 100 pada Senin, menjadi 11 dari 100 hari ini (sama-sama masuk kategori “extreme fear”)

Menurut catatan, capaian indeks ketakutan dan keserakahan pernah ada di level demikian sebanyak tiga kali sejak kemunculannya di dunia tahun 2018 – Agustus 2019, Juni 2022, dan saat ini di awal Februari 2026.