Bitcoin Jeblok 32% dalam Setahun ke Rp1 M, Sebaiknya Jual/Beli?
Redaksi
24 February 2026 08:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kekhawatiran ganda menyelimuti pasar, perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat dan terkait laba korporasi, menyebabkan Bitcoin masih betah di jalur pelemahan.
Bitcoin dalam satu tahun terakhir mencatatkan pelemahan hingga 32% dan menempati posisi sementara US$64.913 (setara Rp1,09 miliar) hingga pukul 8.00 pagi hari Selasa (24/2/2026) waktu Indonesia. Dalam pergerakan harian nilai aset kripto paling berharga kini jauh 3,2% dibandingkan posisi hari Senin kemarin.
Harga Bitcoin pada Selasa pagi diperdagangkan 48% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) US$126.000 pada Oktober lalu, juga hanya terpaut 5,5% dari puncak saat pasar bullish tahun 2021, yakni sekitar US$69.000. Kapitalisasi Bitcoin tercatat menurun jadi US$1,31 triliun.
Terjadinya likuidasi dana US$458 juta (setara Rp7,69 triliun) dalam 24 jam terakhir dan disumbangkan oleh 136.000 pedagang, menurut data TradingView. Posisi Crypto Fear & Greed Index kembali melemah dari level 14 dari 100 pada Senin, menjadi 11 dari 100 hari ini (sama-sama masuk kategori “extreme fear”)
Menurut catatan, capaian indeks ketakutan dan keserakahan pernah ada di level demikian sebanyak tiga kali sejak kemunculannya di dunia tahun 2018 – Agustus 2019, Juni 2022, dan saat ini di awal Februari 2026.































