Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Bersiap Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

News
09 January 2026 06:30

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Richard Henderson - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi akan dibuka di zona hijau pada perdagangan Jumat (9/1), menyusul sesi variatif di Wall Street. Fokus investor kini tertuju pada rilis data tenaga ketenagakerjaan AS serta potensi keputusan Mahkamah Agung terkait tarif impor Presiden Donald Trump. Sementara itu, harga minyak mentah terpantau melonjak.

Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Hong Kong, dan Australia semuanya naik pada awal perdagangan Asia. Pergerakan datar indeks S&P 500 pada Kamis menutupi aksi jual pada raksasa teknologi seperti Nvidia Corp dan Apple Inc. Saham-saham kontraktor pertahanan menguat seiring rencana Donald Trump untuk meningkatkan belanja militer, sementara saham berkapitalisasi kecil juga mencatat reli.


Indeks Russell 2000 yang mencerminkan kinerja perusahaan kecil di AS telah mengungguli Nasdaq 100 sekitar 4 poin persentase dalam lima sesi pertama 2026, menandai awal tahun dengan kinerja relatif terbaik kedua yang pernah tercatat.

Pergerakan tersebut menjadi sinyal bahwa investor mulai beralih dari saham-saham teknologi bernilai tinggi ke perusahaan yang lebih kecil, sekaligus mengerem laju kenaikan saham teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mendominasi pasar dalam beberapa tahun terakhir.

Saham berkapitalisasi kecil disukai. (Sumber: Bloomberg)