Logo Bloomberg Technoz

Perubahan Iklim, Manusia, dan Penciptaan Bencana

Redaksi
17 December 2025 18:30

Warga terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, Sumbar. Dok: Bloomberg
Warga terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, Sumbar. Dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Platform pemantau cuaca ekstrem ClimaMeter menilai penyebab banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) berkaitan dengan perubahan iklim akibat ulah manusia. 

Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tommaso Alberti dari Institut Geofisika dan Vulkanologi Nasional Italia (INGV), Davide Faranda dari Institut Pierre Simon Laplace (IPSL) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Perancis (CNRS), Valerio Lucarini dari Universitas Leicester Inggris, dan Gianmarco Mengaldo dari National University of Singapore (NUS), yang telah dirilis di Zenodo pada 4 Desember 2025.

"Kami menafsirkan banjir di Indonesia sebagai peristiwa yang dipicu oleh kondisi meteorologi yang sangat luar biasa, yang karakteristiknya dapat dikaitkan dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia," tulis ClimaMeter, dikutip dalam laman resminya, Rabu (17/12/2025).


Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia tercatat sebesar 1.053 jiwa dan 200 orang masih hilang hingga Selasa (16/12/2025) akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut di Pulau Sumatera.

Para peneliti menuturkan, pada akhir November 2025, pulau Sumatera di Indonesia dilanda hujan monsun yang luar biasa dan badai tropis langka yang disebut Siklon Tropis Senyar. Hal ini menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor yang meluas di pelbagai provinsi termasuk Aceh, Sumbar, dan Sumut.