Logo Bloomberg Technoz

Hacker ShinyHunters Curi Data Sensitif Pengguna Pornhub

Farid Nurhakim
08 January 2026 11:50

Ilustrasi Hacker (Diolah berbagai sumber)
Ilustrasi Hacker (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kelompok peretas (hacker) ShinyHunters mengeklaim pada 16 Desember 2025 lalu, mereka sudah mencuri data milik pelanggan premium dari situs porno Pornhub. Grup hacker tersebut pun mengancam bakal mempublikasikannya.

Para peretas juga memberikan sampel data yang sebagian bisa diverifikasi oleh Reuters. Namun kantor berita tersebut tak dapat secepatnya memastikan cakupan, skala, atau detil pelanggaran itu.

Meski demikian, setidaknya tiga eks pelanggan Pornhub—dua pria di Kanada dan satu pria di Amerika Serikat (AS)—mengonfirmasi bahwa data yang berkaitan dengan mereka adalah asli, meskipun sudah beberapa tahun lalu. Mereka berbicara dengan syarat anonimitas, mengingat sensitivitas masalah tersebut.


“Kami menuntut pembayaran tebusan dalam Bitcoin untuk mencegah publikasi data [Pornhub] dan menghapus data tersebut,” kata ShinyHunters kepada Reuters dalam obrolan daring, dilansir Reuters, Rabu (7/1/2026). 

Di sisi lain, Pornhub dan pemilik perusahaannya, Ethical Capital Partners yang berbasis di Ottawa, Kanada, tak segera mengklarifikasi. Sebelumnya, berita soal pelanggaran tersebut sudah dilaporkan oleh situs berita keamanan siber Bleeping Computer.