Ancaman Trump ke Iran dan Isu Venezuela Dongkrak Harga Minyak
News
09 January 2026 08:10

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak melanjutkan penguatannya seiring pasar menimbang ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran. Di saat yang sama, fokus investor juga tertuju pada langkah-langkah Amerika Serikat untuk memperketat kendali atas sektor energi dan ekspor Venezuela.
West Texas Intermediate (WTI) naik menembus US$58 per barel setelah melonjak 3,2% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, Brent bertahan di kisaran US$62 per barel. Trump mengancam akan menyerang Iran secara “keras” jika pemerintah negara itu membunuh para pengunjuk rasa di tengah gelombang kerusuhan. Selain itu, periode tahunan penyeimbangan ulang indeks komoditas diperkirakan akan mendorong aliran dana kembali ke minyak, menurut Citigroup Inc. sehingga menambah momentum kenaikan harga.
Kontrak berjangka minyak kini berada di jalur penguatan mingguan setelah reli pada Kamis (8/1) — kenaikan harian terbesar sejak Oktober. Meski demikian, surplus pasokan yang besar tahun ini diperkirakan akan menekan harga dalam beberapa bulan ke depan. Goldman Sachs Group Inc menyebut para kliennya saat ini menjadi yang paling pesimistis terhadap minyak dalam 10 tahun terakhir.
Sementara itu, investor terus mencermati langkah AS terhadap Venezuela. Hampir 20 eksekutif perusahaan minyak, termasuk dari Chevron Corp, Exxon Mobil Corp, serta tokoh eksplorasi energi Harold Hamm, dijadwalkan bertemu Trump dan pejabat tinggi di Gedung Putih pada Jumat untuk membahas upaya membangun kembali sektor energi negara tersebut.






























