Bursa Asia Diprediksi Melemah di Tengah Ketegangan Geopolitik
News
08 January 2026 06:30

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan dibuka melemah pada Kamis (8/1). Hal ini terjadi setelah saham global dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun seiring pelaku pasar mencerna data ekonomi AS yang beragam serta dinamika geopolitik yang berubah cepat.
Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Australia, dan China sama-sama melemah pada awal perdagangan Asia, setelah indeks S&P 500 turun 0,3% pada Rabu dan indeks saham global terkoreksi dari rekor tertingginya. Saham teknologi justru tampil lebih baik, mendorong indeks Nasdaq 100 naik 0,1%.
Obligasi pemerintah AS sebagian besar menguat dalam perdagangan di AS, dengan imbal hasil tenor 10 tahun turun tiga basis poin menjadi 4,15%. Dolar AS mencatat penguatan terbatas meski imbal hasil turun, sementara emas dan perak melemah untuk pertama kalinya pekan ini.
Pergerakan pasar pada Rabu menjadi sinyal bahwa optimisme yang mendorong aset berisiko sejak awal tahun mulai memudar, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan prospek ekonomi global yang belum solid.





























