Logo Bloomberg Technoz

Heru menjelaskan APBD sebesar Rp100 miliar itu menyatu dengan anggaran penataan trotoar di Jalan HR Rasuna Said. Nantinya, Pemprov DKI Jakarta bakal menggabungkan dua ruas jalur di sisi timur menjadi satu jalur seperti halnya di sisi barat. 

“Kita hanya menata Jalan Rasuna Said saja, sepanjang 3,5 kilometer. Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya, ya detailnya saya enggak pegang ya,” jelas Heru. 

Tidak Menutup Jalan

Lebih jauh dia memastikan, Pemprov DKI tidak akan menutup Jalan Rasuna Said saat mengeksekusi tiang monorel tersebut. Dinas Bina Marga akan membongkar tiang pada malam hari agar tidak mengganggu pengendara yang melewati jalan tersebut. 

“Kita tidak menutup jalan. Agak terganggu sedikit ya karena kita pakai jalur lambat, tapi jalur cepat kita buka semua full,” tuturnya. 

Pramono secara terbuka menyebut persoalan monorel Jakarta lama dibiarkan karena dianggap rumit, penuh risiko hukum, dan berpotensi membebani anggaran. Akibatnya, tiang-tiang tak berfungsi itu berubah menjadi beban visual kota, berdiri selama dua dekade tanpa kepastian. 

Politikus PDI Perjuangan itu telah memberi tenggat waktu kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan memastikan proyek monorel tidak akan dilanjutkan. 

Pramono menjelaskan Pemprov DKI Jakarta telah menyurati Adhi Karya pada November lalu agar segera membongkar tiang monorel tersebut. Namun, perusahaan pelat merah BUMN itu tak kunjung memberikan jawaban sementara Pemprov DKI Jakarta juga telah memberikan batas waktu pembongkaran selama satu bulan. 

“Kenapa tidak dilakukan oleh Adhi Karya? Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri,” tegasnya.

(ain)

No more pages