Logo Bloomberg Technoz

“Pada tahap finalisasi ini kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian ESDM agar proses persetujuan RKAB 2026 dapat berjalan sesuai dengan jadwal,” papar Eko.

Sebelumnya, Kementerian ESDM mengakui belum menerbitkan persetujuan RKAB 2026 pada awal Januari, seiring dengan wacana pemerintah memangkas produksi sejumlah komoditas pertambangan demi menjaga harga tahun ini.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan penyesuaian produksi komoditas minerba dalam RKAB 2026 masih dibahas oleh kementerian dan diklaim akan tuntas dalam waktu dekat.

Enggak, sampai saat ini untuk yang RKAB tahunan 2026 belum memang. Ada beberapa penyesuaian karena terkait dengan produksi. Itu saja. Akan tetapi, sedikit lagi sudah [tuntas pembahasannya],” kata Tri saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

Tri mengklaim besaran tersebut ditetapkan secara proporsional sebab kuota sebesar 25% merepresentasikan produksi yang dilakukan selama tiga bulan

“Oh ya, itu kan tarikan dari yang 3 tahun kan? Yang 3 tahun ditarik ke sampai dengan Maret 31. Total 100% kan sampai dengan Desember. Kalau sampai Maret kan berarti 25%-nya,” lanjut Tri.

Beda nasib dengan PTBA, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) harus menyetop sementara operasional tambang gegara ngaretnya penerbitan RKAB tersebut. Alasannya, perseroan tidak memiliki RKAB 2026 versi tiga tahunan.

Tri menyatakan RKAB eksisting yang dimiliki Vale Indonesia telah berakhir masa berlakunya, sedangkan syarat operasional dengan memanfaatkan masa transisi RKAB adalah harus memiliki RKAB 2026 versi tiga tahunan.

Sekadar catatan, PTBA mencatatkan kenaikan produksi batu bara sebanyak 9% sepanjang Januari—September 2025.

Perusahaan melaporkan hingga kuartal III-2025, volume produksi batu bara menyentuh 35,90 juta ton atau naik dari realisasi rentang yang sama tahun lalu di level 32,97 juta ton.

Realisasi nisbah kupas atau stripping ratio PTBA pada periode yang sama tercatat sebesar 5,98 kali. Adapun, volume penjualan mencapai 33,70 juta ton, naik 8% secara tahunan. 

Penjualan batu bara PTBA hingga kuartal ketiga masih didominasi oleh pasar domestik sebesar 56%, sedangkan sisanya ekspor. 

Sementara itu, capaian volume angkutan batu bara sampai dengan kuartal III-2025 adalah 30,02 juta ton, naik 8% secara tahunan.

(azr/wdh)

No more pages