“Secara teknikal, level resistance IHSG berada di area 9.000, dengan pivot di 8.900 dan support di kisaran 8.800,” ujar tim riset Phintraco, Rabu (7/1/2026).
Prospek pergerakan IHSG turut dipengaruhi dinamika kebijakan moneter global, khususnya dari Amerika Serikat. Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, menyatakan bahwa kebijakan suku bunga acuan saat ini dinilai masih bersifat ketat dan berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi.
“Saya rasa sangat sulit untuk berargumen bahwa kebijakan saat ini berada di level netral. Menurut saya, kebijakan jelas bersifat ketat dan menahan perekonomian,” ujar Miran dalam wawancara dengan Fox Business Network pada Selasa. “Saya pikir pemangkasan suku bunga jauh di atas 100 basis poin (bps) akan layak dilakukan tahun ini.”
Saat ini, suku bunga acuan The Fed berada di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Berdasarkan proyeksi 19 anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), estimasi tingkat suku bunga netral berada pada rentang 2,6% hingga 3,9%, dengan perkiraan median sebesar 3%.
Meski The Fed telah memangkas suku bunga tiga kali berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir, proyeksi resmi terbaru masih menunjukkan kemungkinan hanya satu kali pemangkasan tambahan pada 2026.
Sejumlah pejabat bank sentral AS lainnya menyampaikan pandangan berbeda. Presiden Federal Reserve Bank of Richmond, Tom Barkin, menilai suku bunga saat ini berada dalam kisaran estimasi netral.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, menyebut kebijakan moneter AS sudah cukup dekat dengan level netral, seiring pertumbuhan ekonomi yang masih solid.
“Ke depan, kebijakan akan membutuhkan penilaian yang sangat cermat untuk menyeimbangkan kemajuan di kedua sisi mandat kami,” kata Barkin dalam pidatonya.
“Dengan tingkat perekrutan yang rendah, tidak ada yang ingin pasar tenaga kerja memburuk lebih jauh; sementara inflasi yang berada di atas target hampir lima tahun membuat tidak ada yang menginginkan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi mengakar. Ini adalah keseimbangan yang sangat rapuh.”
(rtd/wep)



























