“Secara teknikal, level resistance IHSG berada di area 9.000, dengan pivot di 8.900 dan support di kisaran 8.800,” ujar tim riset Phintraco, Rabu (7/1/2026).
Dari sisi kebijakan, pemerintah melanjutkan pemberian berbagai insentif guna menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025, pemerintah memberikan pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 sepanjang 2026 bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan di sektor industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, industri kulit dan turunannya, serta pariwisata.
Selain itu, melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025, pemerintah menetapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah sebesar 100% untuk pembelian rumah tapak dengan harga hingga Rp2 miliar dan rumah susun hingga Rp5 miliar selama 2026. Pemerintah juga disebut tengah mengkaji pemberian insentif bagi industri otomotif.
Pelaku pasar juga mencermati agenda rilis data ekonomi global pada Rabu (7/1/2026). Dari Eropa, pasar menantikan data penjualan ritel dan ketenagakerjaan Jerman, serta inflasi kawasan Euro. Sementara dari AS, perhatian tertuju pada rilis indeks ISM Services dan data JOLTS Job Openings.
Seiring penguatan harga komoditas yang berlanjut, pergerakan saham-saham yang berkaitan dengan rantai distribusi dan pengangkutan komoditas turut menjadi perhatian investor di pasar.
Adapun saham pilihan untuk perdagangan Rabu (7/1.2026) berdasarkan riset Phintraco Sekuritas antara lain BBRI, EMTK, SRTG, BBTN, dan INDY.






























