Dampak AI Lebih Kompleks dari Sekadar Pergeseran Manusia ke Robot
Redaksi
06 January 2026 20:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kemunculan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai mengkhawatirkan bagi para pekerja. Namun, penelitian baru dari McKinsey Global Institute (MGI) memperlihatkan dampaknya yang jauh lebih kompleks.
“Menurut studi tersebut, teknologi yang ada dapat mengotomatiskan tugas-tugas yang mencakup lebih dari setengah jam kerja di Amerika Serikat (AS) saat ini. Angkanya memang besar, tetapi bukan berarti hilangnya pekerjaan secara besar-besaran,” kata Mitra Senior di McKinsey, Alexis Krivkovich, dinukil Wall Street Journal, Selasa (6/1/2026).
Sebaliknya, sebagian besar perubahan bakal berasal dari sejumlah orang yang melakukan hal berbeda dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Angkatan kerja tidak akan menjadi usang, tetapi mereka perlu beralih ke keterampilan yang berbeda dan dengan cepat.
Untuk memahami bagaimana pekerjaan manusia kemungkinan bakal berkembang, McKinsey memetakan ribuan keterampilan tempat kerja yang umum ditemukan dalam lowongan pekerjaan ke tugas-tugas yang biasanya digunakan.
Krivkovich menerangkan bahwa bebih dari 70% keterampilan yang dicari oleh pemberi kerja saat ini relevan untuk pekerjaan yang bisa diotomatisasi dan yang tidak dapat diotomatisasi, sementara 12% lainnya tetap sepenuhnya dikendalikan manusia untuk sekarang.

































