Logo Bloomberg Technoz

Manajemen MKNT menyampaikan, total dana pinjaman Rp822,92 miliar tersebut akan digunakan untuk dua rencana akuisisi. Pertama, akuisisi 99,99% saham PT Radja Udang Mallingping senilai Rp154,92 miliar berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang ditandatangani pada 18 Desember 2025. Kedua, akuisisi 99,99% saham PT Citra Baru Steel senilai Rp668 miliar berdasarkan perjanjian yang diteken pada 23 Desember 2025. 

Untuk diketahui, Radja Udang Mallingping bergerak di bidang budidaya udang, sementara Citra Baru Steel merupakan perusahaan manufaktur baja untuk kebutuhan infrastruktur.

Perseroan menambahkan, kedua transaksi akuisisi tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan usaha di masa mendatang. 

Namun, transaksi masih bersifat bersyarat (conditional) dan baru akan efektif setelah seluruh ketentuan pendahuluan dalam perjanjian pengikatan jual beli terpenuhi. MKNT juga menyatakan transaksi tersebut dikecualikan dari kewajiban memperoleh persetujuan RUPS dan penggunaan penilai independen karena kondisi ekuitas perseroan yang negatif.

Sebagai informasi, saham MKNT masih berada dalam status suspensi sejak Juli 2024 seiring permasalahan going concern. Bursa Efek Indonesia menyematkan empat notasi khusus kepada MKNT, yakni E karena laporan keuangan menunjukkan ekuitas negatif, L akibat keterlambatan penyampaian laporan keuangan, Y karena belum menyelenggarakan RUPS Tahunan, serta X yang menandakan saham berada dalam papan pemantauan khusus. 

MKNT tercatat melantai di BEI pada 26 Oktober 2015 dengan harga penawaran perdana Rp200 per saham. Saat ini, sebanyak 66,10% saham MKNT dimiliki publik, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp5,5 miliar.

Kinerja Keuangan Anjlok, Penjualan Tinggal Ratusan Juta

Dalam laporan keuangan terakhir tahun 2024, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) membukukan penjualan bersih sebesar Rp237,87 juta. Capaian tersebut anjlok tajam dibandingkan periode sebelumnya yang sempat mencapai Rp1,59 triliun. 

Penurunan kinerja ini membuat perseroan mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp9,19 miliar.

Dari sisi neraca, total liabilitas MKNT hingga akhir 2024 tercatat sebesar Rp11,17 miliar. Sementara itu, ekuitas perseroan masih berada di zona negatif sebesar Rp7,47 miliar, sehingga total aset MKNT tercatat hanya Rp3,70 miliar.

(ell)

No more pages