Logo Bloomberg Technoz

Prabowo Saat Cek Kekuatan Koalisi: PKB Harus Diawasi

Dovana Hasiana
06 January 2026 15:48

Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, Hambalang, 6 Januari 2026 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, Hambalang, 6 Januari 2026 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba mengecek kelengkapan dan kesolidan partai politik anggota koalisi pemerintah. Hal ini diungkap saat menutup taklimat pembukaan retret Kabinet Merah Putih kedua di Hambalang.

Dia tiba-tiba melontarkan pertanyaan apakah seluruh ketua umum partai politik pendukung pemerintah yang juga menjabat menteri hadir dalam kegiatan retret tersebut.

Namun, dia tiba-tiba berkelakar saat mencoba memastikan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar turut hadir. Di Kabinet Merah Putih, politikus dengan sapaan Cak Imin tersebut adalah Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat.

"Di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai semua ada di semua ya? Ada? Ketua PKB ada? PKB yang harus diawasi terus ini," ujar Prabowo dikutip, Selasa (06/01/2026).

Pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki koalisi gemuk yang berisi nyaris seluruh partai politik yang berkontestasi di Pemilu 2024. Partai Politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendapat sejumlah jabatan menteri, wakil menteri, hingga pimpinan lembaga negara dan staf khusus.

Mereka adalah Partai Golkar yang mendapat belasan kursi. Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia pun mengisi posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Partai Amanat yang dipimpin Zulkifli Hasan juga mendapat belasan kursi di Kabinet Merah Putih. Zulhas sendiri adalah Menteri Koordinator bidang Pangan.

Meski tak sampai dua digit, Partai Demokrat juga memiliki sejumlah kader yang mengisi jabatan di pemerintahan. Presiden Prabowo pun mengangkat Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Koordinator bidang Infrastruktur.

Hanya Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang para petingginya tak duduk di kursi kabinet. Partai Nasdem sama sekali tak mengirimkan kadernya; sedangkan PKS mengusulkan akademisi Yassierli sebagai perwakilan partainya untuk duduk di posisi Menteri Ketenagakerjaan.

Sedangkan partai politik yang tak lolos DPR juga mendapat beberapa kursi di Kabinet Merah Putih.

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta jadi Wakil Menteri Luar Negeri; eks Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra jadi Menteri Koordinator bidang Hukum HAM Pemasyarakat dan Imigrasi; dan Ketua Umum Partai Prima Agus Jabo Priyono jadi Wakil Menteri Sosial.

Selain itu, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono jadi Utusan Khusus Presiden bidang Ketahanan Pangan; Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana jadi Utusan Khusus Presiden bidang UMKM; dan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni jadi Menteri Kehutanan.

Dari seluruh anggota koalisi tersebut, Prabowo justru hanya menyoroti PKB. Perlu diketahui, PKB memang merupakan salah satu partai yang kerap melakukan manuver politik.

Sebagai gambaran, PKB sebelumnya masuk ke dalam koalisi yang mendukung Prabowo sebagai calon presiden dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Namun, tiba-tiba Muhaimin Iskandar maju sebagai calon wakil presiden dari Anies Baswedan -- yang berada di koalisi berbeda dengan Prabowo. Usai kalah, PKB kemudian kembali merapat ke Prabowo.