“Kolaborasi dengan beberapa NGO [Non-Government Organization] lingkungan, contoh clean air asia untuk kajian, FGD [Focus Group Discussion] dan R&D [Research and Development] ekosistem EV mobility dan kolaborasi antar industri untuk edukasi dan kampanye” kata Budi.
Budi menyebut bahwa hingga akhir tahun lalu, penjualan kendaraan listrik roda dua ini hanya mencapai 55 ribu unit saja. Artinya terdapat penurunan sekitar 28% dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar 77 ribu unit.
Budi menyebut salah satu penyebab penurunan tersebut adalah karena tak adanya lagi subsidi pemerintah bagi kendaraan roda dua berbasis elektrik tersebut.
Seperti diketahui, dasar hukum penerapan subsidi motor listrik telah berakhir pada Desember 2024. Subsidi motor listrik dikeluarkan pemerintah melalui Permenperin Nomor 21 Tahun 2023 yang menetapkan syarat untuk pengajuan subsidi motor listrik.
Sepanjang 2024, kuota subsidi pembelian sebanyak 50.000 unit motor listrik juga telah habis dimanfaatkan sebelum akhir tahun, menggambarkan ketertarikan masyarakat pada insentif tersebut.
Pada Periode Januari hingga September 2024, subsidi motor listrik yang tersalurkan untuk 30.607 unit kendaraan yang diberikan oleh pemerintah melalui produsen atau dealer.
Jumlah sepeda motor yang sudah diterima oleh masyarakat ada sebanyak 60.857 unit pada tahun ini. Dengan demikian, secara keseluruhan total unit motor listrik yang telah tersalurkan kepada masyarakat sejak 2023 adalah 72.389 unit.
(ell)































