"Argumen untuk penguatan saham (bullish) tetap utuh," ujar Adrian Helfert, Chief Investment Officer di Westwood. "Kepemimpinan pasar yang lebih luas seharusnya mengabaikan isu Venezuela sepenuhnya, kecuali muncul rentetan peristiwa geopolitik susulan."
Harga minyak jenis Brent naik seiring para pelaku pasar menimbang dampak dari perkembangan di Caracas. Saham Chevron Corp dan perusahaan minyak besar AS lainnya diperdagangkan menguat setelah Presiden Donald Trump melontarkan rencana untuk memulihkan industri minyak Venezuela di bawah kepemimpinan AS.
Data yang dijadwalkan rilis di Asia pada Selasa mencakup PMI S&P Global untuk Hong Kong dan Singapura, data inflasi Filipina, serta PMI HSBC untuk India. Di Jepang, investor akan mencermati lelang obligasi tenor 10 tahun. Yen sedikit menguat terhadap dolar AS pada Senin, diperdagangkan di sekitar 156 per dolar.
Obligasi Venezuela
Obligasi Venezuela yang selama ini diperdagangkan dengan diskon besar mulai merangkak naik. Penangkapan Maduro dinilai membuka jalan bagi potensi perubahan rezim yang selama ini telah dipertaruhkan oleh para investor.
Surat utang negara dan perusahaan minyak negara PDVSA yang gagal bayar telah meningkat lebih dari dua kali lipat ke kisaran 23 hingga 33 sen per dolar dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun prospek restrukturisasi utang masih jauh, potensi perubahan kepemimpinan di Caracas diyakini dapat memicu keuntungan lebih lanjut.
Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodríguez mulai menunjukkan nada yang lebih lunak terhadap pemerintahan Trump dan meminta AS untuk bekerja sama dengan negaranya. Sementara itu, dalam penampilan pertamanya di pengadilan AS, Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan terorisme narkoba (narco-terrorism).
“Masuk akal untuk mempertanyakan apakah operasi AS di Venezuela akan menandai periode proyeksi kekuatan AS yang lebih terbuka. Jika Gedung Putih menilai hal itu akan menguntungkan secara elektoral pada November, maka itulah yang kemungkinan akan kita lihat. Itu pada gilirannya bisa menyiratkan volatilitas yang muncul pada suatu titik,” kata Cameron Crise, Macro Strategist, Markets Live.
Data ekonomi utama AS diperkirakan akan membentuk arah pekan ini. Selain laporan ketenagakerjaan Desember, Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis data lowongan kerja, pengunduran diri, dan pemutusan hubungan kerja untuk November pada Rabu. The Fed telah menurunkan kisaran target suku bunga jangka pendek pada tiga pertemuan terakhirnya sebagai respons atas melemahnya kondisi pasar tenaga kerja, dan para pejabat diperkirakan akan menurunkannya lagi tahun ini.
Menjelang akhir pekan, pemerintah AS akan melaporkan data pembangunan rumah baru, sementara University of Michigan merilis indeks awal sentimen konsumen Januari.
“Meski geopolitik kembali menjadi perhatian utama investor, pekan ini mengingatkan kita bahwa ada sejumlah pembaruan fundamental kunci,” tulis Ian Lyngen dari BMO Capital Markets. Hal-hal tersebut “masih menjadi faktor tak terduga paling relevan bagi perekonomian AS dan kebijakan moneter.”
(bbn)






























